Chairul Tanjung Bilang Perusahaan Terpaksa Melakukan Efisiensi SDM Di Tengah Pandemi Covid-19

| Jumat, 15 Mei 2020 | 23.52 WIB

Bagikan:
Bernasindonesia.com - Wabah virus Corona atau covid-19 cukup berdampak pada sektor perekonomian perusahaan.

Pendiri CT Corp Chairul Tanjung, mengatakan perusahaan melakukan efisiensi sumber daya manusia akibat terdampak dari pandemik Covid-19 ini. Hal tersebut, menurut CT -- panggilan akrab Chairul Tanjung, dilakukan perusahaan karena dalam kondisi terpaksa.

"Ini keterpaksaan yang harus dilakukan,” ujar CT dalam diskusi dengan pemimpin redaksi media massa, Kamis, (14/5/2020).

Menurut CT, efisiensi yang dilakukan perusahaan pada masa Covid-19 ini sangat mempengaruhi terhadap penyerapan tenaga kerjanya. Penyerapan tenaga kerja yang lebih rendah akan berakibat pada penurunan permintaan.

“Jika permintaan berkurang, maka konsumsi domestik pun akan berkurang," tandas CT yang juga dijuluki si anak singkong ini.

Tak sampai di situ, CT juga menambahkan bahwa penyebaran virus Covid-19 sudah mengubah sikap dan perilaku manusia. Dia mencotohkan pada interaksi antarmanusia belakangan ini.


"Yang tadinya berinteraksi dengan banyak pihak, sekarang terpaksa dikurangi. Aktivitas di luar rumah juga dikurangi. Semua dilakukan dari rumah dengan memanfaatkan medium teknologi,” katanya.

Namun demikian, CT meyakini kenormalan akan kembali terjadi setelah pandemi Covid-19 sirna di muka bumi, tak terkecuali di Indonesia.

“Sekarang ini semua conferencemelalui medium teknologi. Enggak ada yang ngumpulin orang. Dalam kondisi Covid ini, tidak mungkin kumpulin orang lagi. Semua pakai bantuan teknologi. Ada aktivitas, tetapi aktivitas berubah. Inilah kondisi new normal yang akan terjadi," katanya.

Di tengah situasi tersebut, menurut CT, semua bisnis harus melakukan shifting paradigm. Perubahan paradigma ini penting untuk mengantisipasi perubahan sikap dan perilaku masyarakat yang juga berubah.

"Banyak hal yang bisa dilakukan dengan menyesuaikan pada perubahan sikap dan perilaku masyarakat,” ujarnya. (BSI)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI