Peringati Mayday, Buruh Bawa Agenda Tolak Perpres 20 Tahun 2018

| Minggu, 29 April 2018 | 00.04 WIB

Bagikan:

BernasIndonesia.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan bahwa dalam aksi Mayday yang akan digelar pada tanggal 1 Mei nanti akan membawa grand issue yakni penolakan terhadap Perpres Nomor 20 tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA). Baginya, isu tersebut sangat krusial saat ini dimana Pemerintah di bawah kepemimpinan Joko Widodo telah memberikan akses yang sangat lebar dan berpotensi masuknya TKA bahkan yang unskill worker alias buruh kasar.

“Perpres 20 tahun 2018 itu dia tidak dibutuhkan, ngapain dibikin, kalau tidak dibutuhkan kok ditandatangani, ini kan jadi timbulkan big question,” kata Iqbal.

Bahkan Iqbal menaruh dugaan Perpres 20 tahun 2018 tersebut hanya bentuk pancingan semata agar ada deal yang kuat antara Indonesia dengan China untuk menurunkan dana modalnya lebih besar lagi ke Indonesia, apalagi dikatakan Iqbal banyak proyek pemerintahan Joko Widodo yang belum selesai dan membutuhkan dana yang tidak sedikit.

“Jangan-jangan Perpres 20 tahun 18 sengaja dibuat untuk masuknya modal asing yang tertunda. Misal proyek infrastruktur jalan tol, DAM, pelabuhan, kereta cepat dan sebagainya. Banyak proyek mangkrak dan butuh dana sangat besar,” tuturnya.

Iqbal menyatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak melarang Indonesia mencari investasi dari negara lain, namun jangan sampai iklim investasi tersebut justru membuat rakyat malah sengsara.

“Kita tidak rasis, kan tujuan investasi masuk selain konsumsi, belanja pemerintah dan meningkatkan pertumbuhan domestik bruto untuk kurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Kalau investasi China malah bikin lapangan kerja kita terancam, kalau begitu ya Go Hell investasi China,” tegas Iqbal.

Said Iqbal sentil Hanif Dhakiri

Untuk persoalan ucapan Menteri Ketenegakerjaan Hanif Dhakiri yang nenyatakan bahwa Tenaga Kerja Asing (TKA) jumlahnya masih bisa terkendali, Iqbal pun mempertanyakan kualitas data Kemenaker.

“Ada 85 ribu TKA, 34 ribu diantaranya TKA China, betul tapi pekerja yang berketerampilan dan itu ada UU nya. Yang kita persoalkan adalah yang unskill, pasti gak dicatat,” tuturnya.

Indikasi lemahnya data Kemenaker tersebut dikatakan Iqbal berbeda dengan data yang ia dapat selama ini.

Salah satu lokasi yang disebutkan Iqbal adalah di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Ia menyampaikan bahwa di salah satu perusahaan di sana juga menerapkan praktik tersebut, yakni tenaga kerja kasar mereka gunakan dari China.

“Temuan kami ada 6 perusahaan baja di Pulogadung, Hong Xi, itu 30% pekerjanya adalah TKA buruh kasar supir Forklift dan Gajinya Rp10 juta, supir Forklift pekerja Indonesia gajinya UMR kan,” jelas Iqbal.

Ancam bawa Perpres 20 Tahun 2018 ke MK

Kemudian terkait dengan Perpres yang dinilai telah memberikan ruang terbuka lebar bagi masuknya TKA tersebut, Iqbal menyatakan dengan tegas agar Presiden Joko Widodo segera mencabut regulasi tersebut. Namun jika tak kunjung direspon serius oleh Presiden, Iqbal yang juga Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) tersebut bakal melakukan judical review di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kita minta Perpres 20/18 dicabut. Kalau tidak, maka kita bersama pak Yusril akan judical review ke MK,” ancam Iqbal.

Selain akan membawa ke Mahkamah Konstitusi untuk dilakukan uji materi, Iqbal juga mengatakan bahwa pada hari Kamis (26/4/2018) pihaknya akan bertemu dengan Komisi IX DPR RI untuk membahas persoalan Perpres Nomor 20 Tahun 2018 tersebut. Ia mengatakan pihaknya akan mendorong agar DPR segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait Tenaga Kerja Asing.

“Kami minta Kamis besok jam 11.00 WIB, kami akan diterima DPR di Komisi IX untuk mendesak pembentukan Pansus TKA,” tegasnya.

1 juta butuh aksi serentak di Mayday

Said Iqbal mengatakan bahwa pada momentum Mayday yang akan jatuh pada tanggal 1 Mei 2018 nanti, sekitar 1 juta buruh akan turun ke lapangan untuk melakukan aksi unjuk rasa serentak di berbagai daerah di Indonesia.

“Aksi Mayday 1 Mei akan diikuti hampir 1 juta buruh di 25 provinsi dan 200 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Tidak hanya KSPI saja tapi banyak elemen buruh,” terang Iqbal.

Sementara untuk aksi di Pusat, konsentrasi massa aksi akan berada di Istana Presiden. Mereka akan berkumpul sekitar pukul 10.00 WIB untuk menyampaikan aspirasi mereka.

“Titik aksi di Istana Presiden pukul 10.00 sampai 13.00 WIB siang. Nanti jam 13.00 WIB kita akan ke Istora Senayan untuk mendeklarasikan Capres pilihan buruh,” kata Iqbal.

Sejauh ini, Iqbal mengatakan pihaknya akan mengusung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden pilihan mereka. Namun demikian kondisi itu bisa berubah melihat politik yang sejauh ini masih terbilang cair. (Bi/Ed)

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI