Bijak Dalam Memanfaatkan Gadget

| Selasa, 22 Mei 2018 | 01.09 WIB

Bagikan:

BernasIndonesia.com - Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki beragam pulau dari Sabang sampai Merauke dan memiliki kekayan alam yang melimpah. Meskipun demikian Indonesia merupakan salah satu negara yag pernah dijajah oleh negara lain seperti Portugis, Jepang, Belanda, Inggris dan Spanyol. Dengan perjuangan para Pahlawan Indonesia sampai titik darah penghabisan yang membawa Indonesia menjadi Negara yang merdeka pada tanggal 17 agustus 1945 hingga saat ini.

Pertanyaan yang patut dipertanyaakan saat ini, apakah Indonesia benar-benar sudah merdeka? Ya merdeka dari kemiskinan, pengangguran, kesengsaraan dan masih banyak penderitaan yang lainnya.  Hal ini menjadi salah satu masalah di Indonesia dan belum ditemukanya solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Tentu hal itu juga berhubungan dengan penerus bangsa pada saat ini, kita sebagai penerus bangsa yang akan membawa Indonesia menuju kesejahteraan, dan menyelamatkan rakyat Indonesia. Sebagai anak bangsa, kita harus meneruskan perjuangan dari Pahlawan Indonesia, jangan sampai generasi penerus ini akan membuat Indonesia semakin menderita. Seiring dengan berkembangnya zaman, teknologi-teknologi menjadi semakin maju dan manusia menjadi lebih praktis dalam melakukan aktivitas sehari-hari dengan bantuan alat canggih tersebut. Salah satunya yaitu gadget atau yang sering kita sebut dengan handphone (HP). Adanya gadget ini semua memang menjadi lebih mudah, lebih cepat dalam bertukar informasi, berkomunikasi, mengakses internet, dan up to date tentang berita-berita masa kini.

Saat ini di Indonesia banyak sekali berita-berita yang tersebar melalui sosial media atau dunia maya. Namun kita tidak tahu apakah berita itu benar adanya atau hoax, karena terkadang berita tersebut dibuat senyata mungkin agar pembaca yakin bahwa berita tersebut benar adanya. Dalam hal ini, warga Indonesia yang membaca berita tersebut menjadi mudah percaya dan langsung menyebarkan berita yang belum terbukti kebenarannya. Betapa gampang percayanya warga Indonesia terhadap suatu hal yang belum pasti, bahkan sampai memposting ulang. Disinilah pentingnya pendidikan, seharusnya kita sebagai penerus bangsa kedepannya, harus bisa memilah mana yang benar dan mana yang buruk, sehingga tidak mudah tertipu dan terjebak oleh berita berita yang belum terbukti kebenarannya karena ditakutkan berita itu dibuat agar warga Indonesia yang membaca menjadi panik atau bisa saja berita itu dibuat untuk memecah belah Indonesia.

Hampir semua orang di dunia termasuk di Indonesia memiliki gadget sebagai alat komunikasi mereka, harusnya ini menjadi pengaruh positif untuk Indonesia karena Indonesia masih mampu mengikuti teknologi seiring berkembangnya zaman. Namun kenyataannya, semakin banyak remaja Indonesia yang terjerumus oleh gadget. Hal ini dapat kita amati di lingkungan sekitar. Banyak anak-anak di usia dini sudah memainkan ponsel tanpa pengawasan orang tua. Apalagi di internet banyak sekali konten-konten yang mengandung pornografi dan tidak patut diperlihatkan pada anak-anak.

Dari sinilah kita dapat melihat bahwa generasi muda banyak diperbudak oleh gadget.  Sesungguhnya masalah ini dapat diatasi dengan melibatkan peran orang tua yang utama, orang tua sangat berperan penting untuk mendidik anak-anaknya, agar tidak terjerumus kedalam hal-hal yang dapat membuat anak mereka menjadi semakin malas belajar, bermain gadget terus- menerus  tak kenal waktu, dan menyalahgunakan gadget. Sayangnya pada zaman sekarang ini, anak banyak menuntut kepada orang tua agar dibelikan gadget dengan model terbaru, tanpa memikirkan keadaan orang tua. Hal ini terkadang menjadi permasalahan tersendiri bagi para orangtua, jika tidak mau menuruti apa mau sang anak.

Menjamurnya gadget disemua kalangan membuat para generasi muda mudah melakukan hal yang diluar nalar. Banyak sosial media yag memuat foto-foto anak SD yang sudah berpacaran, bahkan gaya berpacaran mereka sudah seperti orang dewasa. Dahulu anak-anak SD banyak mnghabiskan waktunya untuk bermain bersama teman sebayanya. Namun anak-anak sekarang lebih memilih bermain gadget. Permainan tradisional sudah jarang sekali dijumpai, padahal permainan seperti itulah yang membuat anak-anak lebih mengenal banyak teman dan mengenal lingkungannya.

Sejak munculya gadget membuat anak-anak jaman sekarang lebih berdiam diri dan menghabiskan waktunya untuk bermain gadget, sehingga lebih individual bahkan cuek terhadap lingkungan sekitar, tak hanya itu gadget juga dapat mempengaruhi kesehatan manusia salah satunya yaitu dapat menyebabkan mata menjadi minus, karena terlalu seringnya menatap layar gadget yang membuat mata menjadi minus, tidak sedikit anak-anak usia dini yang sudah memakai kacamata karena pengaruh gadget. Selain itu, banyak pengaruh buruk yang ditimbulkan gadget untuk kesehatan seperti, mengganggu pertumbuhan otak anak, menyebabkan anak menjadi kurang tidur karena bermain gadget terus menerus sehingga mempengaruhi tumbuh kembangnya anak, bahka dapat menyebabkan kanker. Hal ini sangat miris melihat kondisi penerus bangsa yang seperti ini. Generasi muda yang seharusnya belajar untuk menggapai masa depan yang baik, justru menjadi budak gadget itu sendiri. Bagaimana kita dapat meneruskan jasa para pahlawan yang bersusah payah merebut kemerdekaan jika generasi muda seperti ini? Bagaimana Indonesia bisa benar-benar merdeka jika penerus bangsa masih diperbudak oleh gadget.

Mulai sekarang bijaklah dalam memanfaatkan gadget, bermain gadget boleh saja asal tidak berlebihan. Karena, segala sesuatu yang berlebihan juga tidak baik. Terutama untuk orang tua harus memberi contoh yang baik dan selalu mengawasi anak-anaknya dalam bermain gadget agar tidak menjadi kecanduan dan malas belajar. Orang tua juga dapat memberikan pemahaman kepada anak-anaknya mengenai bahaya akibat bermain gadget terlalu lama. Selain itu perbanyak meluangkan waktu untuk membaca buku, belajar dan berinteraksi dengan ligkungan sekitar supaya terhindar dari kecanduan gadget karena hidup tidak melulu tentang gadget.

Oleh: Fitya Hilyatin Nafis

(Penulis adalah Mahasiswi Universitas Brawijaya, Jurusan Manajemen, dan staff dari organisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM)

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI