Kapitra Pertanyakan Tujuan Reuni Akbar Alumni 212

| Kamis, 15 November 2018 | 00.26 WIB

Bagikan:
BernasIndonesia.com - Politikus PDI Perjuangan Kapitra Ampera mempertanyakan tujuan reuni akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang akan berlangsung pada tanggal 2 Desember 2018 mendatang di Jakarta. Ia menilai kegiatan itu sangat kental dengan muatan politik.

“Apa yang kita reunikan? Kalau kita membangun silaturahim nggak apa-apa. Tapi ini kan juga ada himbauan untuk relawan pendukung Prabowo-Sandi,” katanya kepada wartawan, Rabu (14/11/2018).

Artinya, ujar dia, reuni akbar sudah dinodai untuk mendukung pasangan tertentu dan bukan membela agama. “Orang yang seolah-olah mengatasnamakan Islam, tetapi dia bukan pendukung Islam sesungguhnya,” tukas Kapitra.

Mantan Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab ini mengaku tidak pernah melihat rekam jejak maupun pengalaman Prabowo-Sandi dalam mendukung perjuangan Islam. “Dia (Prabowo-Sandi) itu hanya diuntungkan oleh aksi bela Islam. Sehingga bisa menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dan sekarang bisa menjadi Capres dan Cawapres dengan memanfaatkan dukungan umat Islam,” sebutnya.

Kapitra menegaskan PA 212 bukan hak dari satu kelompok atau golongan tertentu saja. Aksi 212 tersebut menurutnya tidak boleh diklaim oleh seseorang.

“Aksi 212 ini tidak ada yang boleh mengkalim karena si A atau si B. Ini adalah hak umat Islam. Saya juga paling aktif dan sebagai tiang besar dalam pergerakan itu,” terangnya.

Kapitra berkelakar mampu menggelar acara yang sama untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf atas nama reuni 212. Meski begitu, ia membantah tidak setuju digelarnya reuni akbar tersebut lantaran dirinya memilih untuk menjadi caleg dari PDIP yang notabane sebagai Parpol utama pengusung pasangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019.

“Bukan begitu, dari awal kan tidak ada komitmen seperti itu. Dari awal ini kan aksi bela Islam, bukan aksi dukung Prabowo-Sandi. Kita harus lihat sejarahnya,” ucap Kapitra

“Kalau dari awal aksi bela Islam ini yang berlangsung sebanyak tiga kali itu merupakan bagian dari Prabowo-Sandi, pasti saya tidak ikut, pasti saya tidak ada di dalamnya,” pungkasnya.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI