Menlu: 15 Negara Sudah Selesaikan Negosiasi RCEP

| Selasa, 05 November 2019 | 13.42 WIB

Bagikan:
Bernasindonesia.com - Para pemimpin dari 15 negara yang berpartisipasi dalam perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) telah menyelesaikan negosiasi dasar yang menyangkut semua chapter, khususnya menciptakan kawasan perdagangan bebas terbesar di ASEAN dan negara kawasan di sekitarnya.

"Jadi, mereka sudah selesai text based-nya dan essential market access issue-nya. Tadi disampaikan kan, sebenarnya yang 15 masih punya, cuma yang essential sudah selesai semua,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengenai RCEP Summit di sela-sela KTT ASEAN, di Bangkok, Thailand, dilansir dari laman setkab, Senin (4/11).

Namun kesepakatan tersebut, menurut Menlu, baru akan ditandatangani pada awal tahun 2020 mendatang.

“Jadi setelah ini, legal scrubbing, aiming untuk tanda tangan 2020,” ujarnya.

Diakui Menlu, India masih memiliki masalah dalam negosiasi RCEP itu. Namun semua negara peserta RCEP, lanjut Menlu, akan bekerja bersama untuk menyelesaikan masalah-masalah ini dengan cara yang saling memuaskan.

Sebagaimana diketahui, negosiasi RCEP diluncurkan oleh para pemimpin ASEAN dan enam negara lainnya selama KTT ASEAN ke-21 di Phnom Penh pada November 2012.

Tujuan peluncuran negosiasi RCEP adalah untuk mencapai perjanjian kemitraan ekonomi yang modern, komprehensif, berkualitas tinggi, dan saling menguntungkan di antara negara anggota ASEAN dan mitra FTA-nya.

RCEP yang mencakup 10 negara anggota dari ASEAN dan enam mitra, yaitu RRT, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, dan Selandia Baru, akan menjadi area perdagangan bebas terbesar di dunia, yang terdiri dari setengah dari populasi dunia dan akan mencakup hampir 40 persen dari perdagangan global dan 35 persen dari PDB.

Saat menghadiri RCEP Summit itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Seskab Pramono Anung, Menlu Retno Marsudi, Mendag Agus Suparmanto. (BSI)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI