Sampaikan Ceramah Kebangsaan, Jenderal Dudung: Mari Kita Saling Mengasihi

| Kamis, 16 Juni 2022 | 13.16 WIB

Bagikan:

Bernasindonesia.com - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman menghadiri dialog kebangsaan yang digelar di Kelenteng Kong Miao, Rumah Ibadat Umat Khonghucu, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ceger, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Rabu (15/6/2022).


Jenderal Dudung menyampaikan Pancasila sebagai Ideologi bangsa. Dia memberikan wawasan kepada umat yang hadir agar hal tersebut dapat diwujudkan dalam kehidupan bernegara sehari-hari.

"Terima kasih banyak sambutannya, saya diterima seperti keluarga sendiri. Yakinlah dengan apa yang kita anut. Terpenting, mari kita saling mengasihi, berbuat baik kepada semua orang, tidak melihat kelompok dan budaya. Sebab, semua agama memberikan pelajaran yang baik, tidak ada yang tidak baik," katanya.

Toleransi dan sikap saling menghargai satu sama lain adalah kondisi idaman dalam masyarakat. Meski ada berbeda pendapat dan perselisihan, langsung diingatkan tentang rasa saling menghargai.

Dari sikap saling menghargai akan tercipta rasa saling menghormati satu sama lain. Terlebih, dikatakannya, di tengah masyarakat yang saat ini terlalu penuh dinamika. SIkap saling menghargai perlu ditanamkan pada masing-masing individu. Jika sudah terbentuk penghormatan satu sama lain maka rasa memiliki di masyarakat pastinya akan menjadi benteng kokoh untuk melindungi dari sikap intoleransi.

"TNI, KSAD selalu ada di tengah-tengah rakyat dan untuk kepentingan rakyat," tambahnya.

Lebih jauh disampikan Jenderal Dudung, Banyak nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pancasila. Misalnya saja pada sila kedua mengandung nilai kemanusiaan. Yang mana memiliki arti bahwa manusia memiliki derajat yang sama serta memiliki hak dan kewajiban yang sama pula. Pada hakekatnya, manusia adalah mahluk sosial yang berbudaya dan beradab.

"Pancasila untuk menyatukan, kemanusiaan. Kita dituntut untuk berlaku adil dan beradab. Kita jangan merasa paling benar sendiri untuk itu, mari saling menghargai, menjaga keutuhan bangsa, menjalankan keadilan dengan mengedepankan musyawarah," paparnya.

Sementara itu, Kelenteng selalu ramai dikunjungi umat Tionghoa saat Tahun Baru Imlek. Diterangkan Ketua Umum/Pengurus Pusat Matakin Budi Santoso Tanuwibowo dalam sambutannya, Klenteng diresmikan pada 23 Desember 2010 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Baru kali ini ada jenderal yang hadir bersilaturahmi, mengeratkan, menguatkan. Terima kasih banyak pak Jenderal Dudung," ucapnya.

Diungkapkannya, kelenteng tersebut terbilang unik. Sebab beberapa struktur bangunannya memiliki makna nasionalisme yang mendalam.


Dilanjutkannya, simbol nasionalisme itu bisa dilihat dari jumlah anak tangga yang ada di bangunan bernama Da Cheng Dian. Jumlahnya yakni 17 buah anak tangga.

Lalu pada bangunan tersebut juga ada delapan pilar besar serta 45 tiang penyangga. Jika diartikan, masih diterangkan Budi, yakni  merupakan hari Kemerdekaan Indonesia. "Dengan demikian, kami menjaga betul unsur nasionalismenya ,” tegasnya.

Sedangkan keunikan lainnya, kelenteng tersebut dominan warna merah-hijau. Sementara untuk kelenteng-kelenteng lainnya mayoritas pasti berwarna merah-kuning.

Pemilihan warna hijau, dipilih untuk menghargai keberagaman. Terkhusus dengan umat muslim yang jadi mayoritas penduduk di Indonesia.

Di kompleks Kelenteng Kong Miao sendiri terdiri dari empat bangunan. Bagian utama adalah Da Cheng Dian, tempat penyembahan Nabi Khonghucu. Kemudian, Tian Tan, bangunan berbentuk bundar untuk menyembah Tuhan yang Maha Esa.

Posisi bangunan Tian Tan sendiri berada di bawah sebelah kiri bangunan Dan Cheng Dian. Rina menjelaskan, alasan penempatan bangunan tersebut karena Tuhan sendiri ada di mana-mana.

Kemudian ada rumah keberkahan atau Qi Fu Dian, tempat untuk menyembah dewa-dewi kahyangan. Serta Zao Jun Dong, tempat penyembahan dewa dapur. Masing-masing merupakan bagian penting bagi etnis Tionghoa dan pemeluk Konghucu.

Perbedaan Kelenteng Kong Miao dibanding kelenteng lainnya, yakni karena selalu terbuka untuk umum. Hal itu lantaran lokasi kelenteng berada di kawasan wisata. Menurutnya hal ini menjadi keuntungan bagi Kelenteng Kong Miao.

Sebagai catatan, kesempatan tersebut juga dihadiri Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto, Aster KSAD Mayjen TNI Karmin Suharna, Kadisbintalad Brigjen TNI Hindro Martono , Danrem Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto, anggota dewan Matakin Wawan Wiratman dan Sunarta Hidayat.
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI