Cegah Covid Melonjak, Puan Kembali Ingatkan Tingkatkan Cakupan Booster

| Rabu, 26 Oktober 2022 | 02.26 WIB

Bagikan:

Bernasindonesia.com - Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani meminta pemerintah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 menyusul telah masuknya varian sub Omicron XBB di Indonesia. Hal ini mengingat sub varian Covid tersebut membuat sejumlah negara, seperti Singapura, mengalami kenaikan jumlah kasus dalam beberapa waktu terakhir.


“Adanya sub varian Covid-19 baru, Omicron XBB, harus meningkatkan kewaspadaan semua pihak. Pemerintah harus bisa mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia,” kata Puan dalam keterangan, Senin (24/10/2022).

Mantan Menko PMK ini mengingatkan perlunya peningkatan cakupan dosis 3 vaksin Covid-19 atau yang dikenal dengan booster. Ia juga menegaskan perlunya pengetatan screening di bandara untuk menghindari masuknya varian-varian baru Covid-19 ke Indonesia, mengingat ditemukan pula varian BQ.1 dan BQ.1.1 yang menjadi pemicu lonjakan tajam kasus di Eropa. Puan mengatakan, semua upaya dalam mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 harus dilakukan.

“Termasuk harus ada intervensi dalam meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19, terutama booster di wilayah yang rentan penularan Covid-19 dan tingkat mobilitas masyarakatnya tinggi. Sosialisasi vaksinasi perlu digalakkan sejalan dengan terjaminnya ketersediaan stok vaksin di seluruh wilayah di Tanah Air,” imbuh Politisi PDI-Perjuangan tersebut.

Program vaksin booster sendiri mulai digalakan pada awal tahun 2022 dan masih terus berjalan. Dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan RI, hingga Oktober 2022 cakupan vaksinasi Covid-19 dosis 3 baru mencapai 64.838.191 dosis atau 27,63%. Oleh karenanya, dibutuhkan langkah-langkah yang dapat meningkatkan cakupan vaksinasi.

Selain mendorong penyebaran vaksinasi dosis 3, Puan pun mendorong penelitian dan pengembangan terhadap obat dan vaksin Covid-19. Seperti vaksin Bivalen yang merupakan perkembangan terbaru vaksin Covid-19 untuk memberi perlindungan terhadap varian-varian lama dan juga pada varian baru seperti Omicron. Legislator Dapil Jawa Tengah V itu berharap Indonesia mulai melakukan penelitian dan pengembangan jenis vaksin Bivalen.

“Di beberapa negara sudah menggunakan jenis vaksin Bivalen ini. Indonesia harus mempertimbangkan penggunaannya dengan melakukan kajian komprehensif terlebih dahulu. Kami juga mendukung pengembangan dan penelitian yang dilakukan sendiri oleh anak bangsa agar kemandirian di sektor kesehatan benar-benar terwujud,” tambahnya.

Diketahui, vaksin bivalen untuk Covid-19 mencakup komponen strain virus asli dan varian Omicron, strain asli berisi varian virus awal yang merebak pada 2020 ditujukan untuk memberikan perlindungan luas pada Covid-19, sedangkan komponen Omicron untuk memberi perlindungan lebih baik pada Covid-19 yang disebabkan varian tersebut. 


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI