Fahira Sebut Kepulauan Seribu Berpotensi Menjadi Sentra Produksi Ikan Kerapu Nasional

| Jumat, 02 Februari 2024 | 11.02 WIB

Bagikan:

Bernasindonesia.com - Selain wisata bahari, Kepulauan Seribu memiliki potensi ekonomi yang besar dalam perikanan yang digerakkan oleh nelayan. Selain perikanan tangkap, Kepulauan Seribu juga memiliki potensi besar dalam budidaya ikan kerapu. Oleh karena itu perlu ada program berkelanjutan (memperhatikan kelestarian dan lingkungan hidup) untuk memastikan potensi besar budidaya ikan kerapu menjadi tulang punggung ekonomi yang mampu menyejahterakan semua nelayan di Kepulauan Seribu.

 
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris saat bertemu nelayan di sela-sela kunjungan kerja DPD RI dalam rangka pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengungkapkan, selain banyak terdapat di daerah perairan Kepulauan Seribu, ikan kerapu bernilai ekonomi tinggi sehingga sangat layak untuk menjadi pilihan utama nelayan di Kepulauan Seribu. Pembibitan dan pembiakan yang praktis juga bahkan dapat dipanen setelah 5-6 bulan masa budidaya, menjadikanya solusi efektif peningkatan kesejahteraan nelayan yang menjadi mata pencaharian utama warga Kepulauan Seribu.
 
“Menjadikan Kepulauan Seribu sebagai sentra produksi ikan kerapu nasional di mana nelayan menjadi penggerak utamanya harus menjadi fokus kita bersama. Saya mendorong berbagai program pemberdayaan nelayan terutama budidaya ikan kerapu menjadi prioritas dengan memperluas lahan budidaya, menyediakan jaring dan benih, pelatihan, pendampingan, dan inovasi serta teknologi. Selain itu, program bantuan modal bagi nelayan untuk berwirausaha budidaya ikan kerapu harus semakin ditingkatkan dan diperluas,” ujar Fahira Idris di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, Jakarta (30/1).
 
Menurut Fahira Idris, agar budidaya ikan kerapu di Kepulauan Seribu terus berkembang pesat, beberapa kendala yang saat ini dihadapi misalnya keterbatasan lokasi budidaya yang sesuai dan dampak terhadap lingkungan harus segera dicari solusinya. Selain itu, sudah saatnya para pemangku kepentingan terkait baik di Pusat maupun di DKI Jakarta melakukan inovasi budidaya ikan kerapu mulai dari teknologi, manajemen, dan keberlanjutan untuk menjamin efisiensi produksi, kualitas produk, dan keberlanjutan lingkungan.
 
Bukan tidak mungkin, sambung Fahira, suatu saat budidaya ikan kerapu di Kepulauan Seribu menjelma menjadi industri seperti budidaya ikan salmon di Norwegia yang saat ini telah menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
 
“Ekspor salmon Norwegia yang merupakan hasil budidaya saat ini menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi negara tersebut bahkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi banyak orang mulai dari nelayan hingga petani pakan ikan. Jika kita fokus kepada inovasi dan pengembangan pasar, bukan tidak mungkin Kepulauan Seribu menjadi salah satu penghasil ikan kerapu terbesar bagi pasar dunia,” ujar Senator Jakarta ini. 
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI