Bernasindonesia.com - Korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, masih banyak yang belum tertolong. Banyak hal yang mereka butuhkan, mulai dari makanan, obat-obatan dan pakaian layak pakai.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengatakan, korba bencana di tiga provinsi tersebut mesih mengalami kesusahan. Mereka butuh pertolongan sampai saat ini.
“Jika benar masih banyak korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang belum tertolong sehingga mereka sampai sekarang masih hidup dalam keadaan susah dan kesusahan karena tidak mandi, tidak makan dan tidak punya tempat tinggal,” ujar Anwar, Kamis (18/12/2025).
Menurut Anwar, pemerintah harus terus bergerak menyalurkan bantuan. Presiden Prabowo Subianto diminta menggerakkan segala kekuatan untuk memulihkan situasi dan kondisi masyarakat karena pemerintah memiliki segalanya untuk membantu korban di tiga Provinsi tersebut. Jangan sampai para korban bencana ini terus mengeluh.
“Untuk apa kita punya banyak helikopter dan berbagai jenis peralatan lainnya serta kita punya banyak aparat yang bisa dikerahkan untuk membantu mereka yang terkena musibah tersebut lalu kenapa tidak dipergunakan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Anwar mengatakan bencana alam yang mempora-porandakan di tiga Provinsi tersebut menjadi batu ujian berat bagi pemerintah. Nama baik Presiden Prabowo sebagai kepala negara dan pemerintahan dipertaruhkan jika tidak bisa mengatasi masalah bencana alam ini.
“Hal ini tentu benar-benar akan menjadi batu ujian yang berat bagi pemerintah karena kalau pemerintah tidak berhasil mengatasi masalah ini dengan baik maka rakyat tentu saja akan kecewa sehingga keadaan ini akan bisa dipolitisir dan dipergunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyerang dan menjatuhkan nama baik Prabowo sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Prabowo akan semakin berkurang dan berkurang,” paparnya.
“Bila itu yang terjadi maka hal demikian tentu saja akan bisa berdampak buruk terhadap kehidupan politik dan ekonomi nasional dan hal demikian tentu saja tidak kita harapkan,” pungkas Anwar.
Untuk diketahui, dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menekankan bahwa pemerintah pusat telah bergerak cepat untuk mendukung percepatan pemulihan di Sumatera, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang. Kepada warga terdampak, Presiden Prabowo memastikan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar masyarakat terus diupayakan oleh pemerintah.
“Insyaallah bersama-sama kita akan memperbaiki keadaan ini. Pemerintah akan turun, akan membantu semuanya,” ujar Presiden di Posko Pengungsian di Jembatan Aceh Tamiang, Aceh, pada Jumat, 12 Desember 2025.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat layanan atau bantuan yang belum terselesaikan sepenuhnya. Salah satu tantangannya menurut Presiden yakni kondisi lapangan yang cukup berat.
“Kita sedang bekerja keras, mungkin listrik yang belum ya. Sudah mulai? Kita berusaha, kita tahu di lapangan sangat sulit. Keadaannya sulit, jadi kita atasi bersama,” katanya.
Presiden Prabowo pun mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tabah dan menjaga semangat selama proses pemulihan. Kepala Negara berharap agar aktivitas warga termasuk kegiatan belajar-mengajar bagi anak-anak dapat segera berjalan normal kembali.
“Mudah-mudahan kalian cepat pulih, cepat kembali, cepat normal,” ujarnya.
“Anak-anak yang tabah, yang semangat. Kita cepat kembali supaya anak-anak semua cepat sekolah semuanya,” lanjutnya.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo turut menegaskan pentingnya kewaspadaan menghadapi potensi bencana serta perlunya pengelolaan lingkungan dan tata ruang yang lebih baik. Presiden memerintahkah seluruh pihak, terutama pemerintah daerah, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak alam.
“Kita tidak boleh tebang pohon sembarangan. Saya minta pemerintah daerah semua lebih waspada, lebih awas. Kita jaga alam kita dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.

