Cak Imin Desak SPPG Tinggalkan Bahan Impor: MBG Harus Gerakkan Ekonomi Rakyat!

| Kamis, 11 Desember 2025 | 06.44 WIB

Bagikan:

Bernasindonesia.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) benar-benar menjadi penggerak ekonomi lokal dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Dalam acara penganugerahan Penghargaan Inspiradaya kepada Dapur SPPG terbaik, Cak Imin menekankan pentingnya kemandirian serta pemanfaatan penuh terhadap bahan baku lokal. Penghargaan itu diberikan kepada dapur-dapur yang berhasil menciptakan ekosistem ekonomi baru, melibatkan komunitas sekitar, serta memutus ketergantungan pada bahan impor.

“Jangan sekali-kali menggunakan bahan impor dalam produksi MBG. Bahkan banyak yang memakai tepung impor tanpa sadar. Padahal karbohidrat itu bisa diciptakan dari produktivitas lokal masing-masing daerah,” tegasnya di Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Cak Imin mencontohkan inovasi dari berbagai daerah seperti Papua yang mengoptimalkan sagu, Maluku berbasis singkong, hingga inovasi pengganti susu dari pangan lokal.

Menurutnya, inilah model ideal di mana SPPG bukan hanya memasak, tetapi menggerakkan petani dan komunitas di sekitarnya menjadi lebih produktif. “Yang sebelumnya tidak pernah menanam menjadi penanam, dan hasilnya dibeli oleh dapur. Inilah berkah SPPG,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Cak Imin meminta 20 SPPG terbaik nasional menjadi rujukan dan model pembelajaran.

“Kalau satu tahun ini dianggap masa penyesuaian silakan, tapi setelah itu jangan ada satu pun bahan impor. Videonya, kapasitasnya, keahlian dapur-dapur ini akan kita putar ke seluruh Indonesia untuk pembinaan lanjutan,” katanya.

Saat ditanya mengenai tindak lanjut larangan bahan impor, Cak Imin menjelaskan bahwa tahap awal masih berupa imbauan, namun pemerintah mendorong semua pihak memberi apresiasi kepada dapur yang paling inovatif dan konsisten memakai bahan lokal. “Tepung, protein, dan semua bahan impor lainnya kita dorong untuk dihilangkan bertahap,” tegasnya.

Soal harapan terhadap seluruh SPPG, Cak Imin kembali menegaskan perintah Presiden bahwa MBG tidak hanya berorientasi pada gizi siswa, tapi juga perlu menggerakkan ekonomi masyarakat. “Makan Bergizi Gratis bukan cuma soal gizi siswa, tapi bagaimana ekonomi masyarakat setempat bergerak," pungkasnya.

Berikut daftar SPPG inspiratif penerima penghargaan Inspiradaya 2025:

1. Bandung Rancabali Alamendah

2. Bekasi Pebayuran

3. Kendal Pegandon Wonosari

4. Jombang Denanyar

5. Sleman Tridadi 3

6. Tanah Baru 002 Bogor Utara

7. Batam Belian 4

8. Tilatang Kamang Koto Tengah

9. Mitra Sukses Albarra Rambah Tengah Utara

10. Kotagajah 2 Lampung Tengah

11. Mempawah Timur Sungai Bakau Kecil

12. Sungai Paring

13. SPPG Kota Palu Tatanga Nunu

14. SPPG Pallangga 2 Tetebatu

15. Lombok Barat Gerung Dasan Tapen

16. Lombok Timur Selong Pancor 2

17. Durjela Pulau-Pulau Aru

18. Ambon Sirimau Batumerah 3

19. Jayapura Sentani Timur Asei Besar

20. Kepulauan Yapen


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI