Anggota DPR Dorong Penanganan Cepat Longsor Sampah di Bantargebang

| Minggu, 15 Maret 2026 | 09.04 WIB

Bagikan:

 

Bernasindonesia.com - Peristiwa longsornya gunungan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, yang menelan korban jiwa telah menjadi perhatian Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS Jalal Abdul Nasir sebagai momentum memperkuat tata kelola pengelolaan sampah nasional.

“Penanganan harus dilakukan secepat dan sebaik mungkin, baik terhadap korban maupun kondisi lokasi. Pemerintah daerah bersama kementerian terkait perlu memastikan keselamatan masyarakat dan pekerja menjadi prioritas utama,” ujar Jalal Abdul Nasir.

Perhatian terhadap kejadian tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat sekaligus dorongan agar sistem pengelolaan tempat pemrosesan akhir sampah semakin diperkuat secara berkelanjutan.

“Kita berharap penanganan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Pengawasan dari Kementerian Lingkungan Hidup penting agar langkah penanganan berjalan efektif dan mampu mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” ungkap legislator yang akrab disapa Haji Jalal itu.

Kejadian longsor tersebut juga dipandang sebagai pengingat pentingnya mitigasi risiko di kawasan pengolahan sampah yang memiliki volume timbunan tinggi, termasuk di fasilitas pengelolaan sampah terpadu di berbagai daerah.

“Mitigasi harus dilakukan secara menyeluruh. Semua potensi yang dapat menimbulkan risiko perlu dipetakan dengan baik agar langkah pencegahan dapat dirancang secara lebih sistematis,” kata wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Barat VII itu.

Selain aspek keselamatan, perhatian juga diarahkan pada penguatan sistem pengolahan sampah yang lebih modern guna mengurangi tekanan timbunan di tempat pemrosesan akhir.

“Kita perlu mendorong percepatan teknologi pengolahan sampah seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah maupun Refused-Derived Fuel agar penguraian sampah dapat berjalan lebih optimal,” jelas politisi PKS tersebut.

Upaya pengurangan beban TPA juga dinilai perlu didukung dengan perubahan pola pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga dan lingkungan masyarakat.

“Pemilahan sampah perlu dijadikan kebiasaan. Dari rumah tangga kita mulai memilah sampah organik, plastik, dan yang dapat didaur ulang sehingga volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan,” tuturnya.

Sementara itu, proses pencarian korban oleh Tim SAR di Zona 4 TPST Bantargebang telah dinyatakan selesai setelah seluruh korban berhasil ditemukan, sebagaimana disampaikan Kantor SAR Jakarta pada Selasa, 10 Maret 2026.

“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bersama untuk memperkuat pengelolaan sampah nasional yang lebih aman, modern, dan berkelanjutan demi melindungi masyarakat serta lingkungan,” pungkas Jalal Abdul Nasir.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI