Bernasindonesia.com - Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Jakarta menyatakan keterpilihan Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran membuktikan bahwa sistem pemilihan tidak bergantung pada satu individu, melainkan berlandaskan supremasi hukum, suara rakyat, dan nilai-nilai ilahi.
Mojtaba Khamenei merupakan putra dari mendiang Ayatollah al-Udzma syahid Seyyed Ali Hosseini Khamenai yang gugur dalam serangan AS-Israel ke Iran.
Dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin, Kedubes Iran menyatakan bahwa meskipun telah kehilangan seorang pemimpin besar, sejumlah pejabat tinggi, dan komandan militer senior; sistem pemerintahan Iran akan tetap berjalan dengan keteguhan dan kekuatan di bawah kepemimpinan baru dalam upaya menegakkan kebenaran dan keadilan di dunia.
Disebutkan bahwa dalam pemilihan yang menjadi penghibur bagi hati rakyat Iran yang sedang berduka dan berpuasa itu, Mojtaba Khamenei memperoleh lebih dari 85 persen suara Majelis Khobregan Kepemimpinan (Dewan Pakar Kepemimpinan), sehingga ditetapkan sebagai pemimpin ketiga Iran.
Para anggota Dewan Pakar, berdasarkan Pasal 107 dan 108 Konstitusi Iran, dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum (pemilu) untuk masa jabatan delapan tahun.
Anggota Dewan Pakar tetap melaksanakan tugas besar dan berat mereka sebaik-baiknya serta dalam waktu sesingkat mungkin dalam memilih pemimpin baru, meskipun di bawah kondisi yang penuh risiko dan ancaman.
Sementara itu, pada Senin pagi, di bawah komando kepemimpinan Mojtaba Khamenei, Operasi "Janji Setia 4" tahap ke-30 diluncurkan ke wilayah-wilayah Israel.
Sejak AS dan Israel melancarkan serangan brutal ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu, lebih dari 1.300 anak dan warga sipil tewas serta 9.669 target sipil hancur.
Jumlah itu mencakup 7.943 unit rumah, 1.617 pusat perdagangan dan layanan, 32 pusat medis dan farmasi, 65 sekolah dan fasilitas pendidikan, 13 bangunan Perhimpunan Bulan Sabit Merah, serta sejumlah infrastruktur penyediaan energi.
Pada hari keenam agresi terhadap Iran, AS-Israel juga melakukan serangan terhadap kapal perang Iran "Dena" pada jarak lebih dari 2.000 mil laut dari pantai Iran hingga mengakibatkan 104 putra bangsa tewas, demikian seperti dikutip.

