Bernasindonesia.com - Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan mendorong penguatan infrastruktur penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) guna meningkatkan ketahanan energi nasional. Menurutnya, langkah tersebut dapat dilakukan dengan memperbesar kapasitas penyimpanan BBM melalui pembangunan storage atau tangki penyimpanan baru.
Dengan peningkatan kapasitas penyimpanan tersebut, cadangan energi nasional diharapkan mampu bertahan lebih lama.
“Tadi kami juga berdiskusi dengan Pertamina agar ketahanan energi kita bisa tercapai lebih dari 30 hari. Caranya dengan membangun storage-storage baru,” ujar Rokhmat usai memimpin kunjungan spesifik Komisi XII DPR RI ke Pertamina Fuel Terminal Tanjung Gerem, Cilegon, Banten, Rabu (11/3/2026).
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur penyimpanan BBM juga perlu diiringi dengan pembenahan pengelolaan depot serta penguatan kantong-kantong distribusi energi. Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika global.
“Dengan pembangunan storage baru dan penyehatan depot-depot BBM kita, saya kira ketahanan energi nasional bisa semakin kuat,” tambahnya.
Rokhmat menilai langkah penguatan kapasitas penyimpanan BBM sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat kedaulatan energi nasional. Menurutnya, peningkatan kapasitas cadangan energi menjadi bagian penting dalam mendukung agenda swasembada energi yang tengah didorong pemerintah.
“Saya kira ini sejalan dengan arahan Presiden agar kita memperkuat kedaulatan energi dan menuju swasembada energi,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Komisi XII DPR RI juga memastikan kesiapan pasokan energi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Berdasarkan pemaparan dari Pertamina, PLN, dan PGN, pasokan BBM, listrik, serta gas dipastikan berada dalam kondisi aman meskipun diperkirakan terjadi lonjakan konsumsi energi selama periode tersebut.
“Komisi XII datang ke sini untuk memastikan bahwa energi, baik BBM, listrik, maupun gas, untuk Lebaran 2026 dipastikan aman. Biasanya ada kenaikan kebutuhan antara 10 sampai 20 persen, namun tadi disampaikan bahwa ketahanan BBM kita dalam kondisi aman,” kata Rokhmat.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan energi nasional meskipun terdapat dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi pasar energi dunia.
“Jadi masyarakat tidak perlu panik. Ketersediaan BBM seperti Pertalite, Avtur, Solar, dan Dex dipastikan aman,” pungkasnya.

