Cagar Budaya di Bogor Rusak, Sejumlah Budayawan Lapor Ketum MASDA Anton Charliyan

| Jumat, 08 Mei 2026 | 20.41 WIB

Bagikan:

Bernasindonesia.com - Sejumlah budayawan menyampaikan aspirasi kepada Ketua Umum Majelis Adat Sunda Jawa Barat (MASDA Jabar), Irjen Pol (Purn) Dt.Drs.H.Anton Charliyan terkait rusaknya Cagar Budaya Batu tulis Lawang Gintung Sumur Tujuh yang berada di sekitar lokasi Batu tulis Bogor. Mereka ini mengatasnamakan diri sebagai Forum Kabuyutan Pakwan Pajajaran. 


Kepada Abah Anton, mereka mengatakan bahwa tidak ada kepedulian dari Pemkot Bogor terhadap cagar budaya tersebut. Padahal, kata mereka, warisan sejarah dan Leluhur yang sudah teregitrsai resmi dalam dokumen Negara tersebut akan hilang jika tidak Pemkot mengabaikan aspirasi mereka. 

“Dan Pembiaran terhadap jalan longsor di jln Danasasmita masih di kawasan Batu Tulis, yang sudah 1 ( satu ) tahun lebih mangkrak, sehingga apabila dibiarkan terus akan mengakibatkan longsor lebih besar, yang jelas akan membahayakan dan merusak situs yang ada dikawasan tersebut,” kata mereka dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5/2026).

Mereka mengatakan bahwa aspirasi sudah disampaikan kepada Pemkot secara berulang kali. Namun, Pemkot Bogor disebutnya tidak pernah memberikan respon positif. Padahal, kata mereka, proyek pembangunan jalan tersebut bisa tidak melawati Kawasan Sumur Tujuh dan Bunker Mandiri yang sudah termasuk kawasan cagar budaya Batu Tulis Lawang Gintung.

“Tetapi kenyataanya tidak pernah digubris,” katanya.

Mereka juga mengatakan bahwa rusaknya cagar budaya di Kota Bogor tersebut sudah dilaporkan secara pidana kepada pihak kepolisian yang teregistrasi No LP/B/732/X/2025/SPKT /Polresta Bogor Kota. Hal itu dilaporkan pada  23 Oktober 2025 silam dengan tuntutan Pelanggaran Undang Undang No 11 THN 2010 tentang Cagar budaya karena pembangunan ini dianggap telah merusak kawasan Cagar Budaya. 

“Namun laporan di Kepolisian pun sangat lambat penanganya , dan tidak Jelas sampai sejauh mana Proses nya sampai sekarang,” paparnya. 

Tak sampaik di situ, mereka juga sudah menyampaikan adanya bencana longsor yang melanda jalanan. Longsor tersebut, kata mereka karena kualitas Pembangunan dari PT KAI yang tidak maksimal. 

 “Makanya kami para budayawan yang cinta Situs dan Peninggalan sejarah yang tergabung dlm Forum Kabuyutan Pakwan Pajajaran  Mengadakan aksi turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi dan keprihatinan,” tandasnya. 

Untuk diketahui, pertemuan mereka dengan Abah Anton terkait rusaknya cagar budaya tersebut diisi dengan dialog. Dalam kesempatan itu, Abah Anton berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka kepada Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi dan Wali Kota Bogor. Hal ini dianggap sangat penting dalam menyelesaikan rusaknya cagar budaya tersebut. 
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI