Optimalkan Pengawasan, HNW Kunjungi Jemaah hingga Petugas Haji di Mekkah

| Selasa, 26 Mei 2026 | 01.00 WIB

Bagikan:

 

Bernasindonesia.com - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI dari FPKS, Hidayat Nur Wahid, yang baru kali ini menjadi anggota Tim Pengawas Haji DPR RI, melakukan sejumlah kunjungan pengawasan pelaksanaan haji dengan langsung bertemu, berdialog, dan mendengarkan aspirasi maupun temuan untuk diperjuangkan.

Sesudah tiba di Mekkah tanggal 21 Mei 2026, HNW, sapaan akrabnya, turun menemui langsung calon jemaah haji seperti yang dari Kloter 2 Jakarta yang berada di Sektor 7, Misfalah, Mekkah. Di sana, HNW jumpa dan berdialog dengan ratusan calon jemaah juga ketua kloternya, termasuk mendengarkan masukan dan saran dari para ulama yang juga calon haji dari Kloter 02 seperti KH Lutfi Zawawi (Ketua Umum Forum Ulama dan Habaib/FUHAB) dan KH A Nawawi Halim (Ketua Umum MUI Jakarta Selatan).

Dalam kesempatan tersebut, selain mendapatkan masukan dan masalah untuk disampaikan ke Kemenag, dirinya juga menyampaikan berbagai arahan dan masukan agar para jemaah dapat memaksimalkan keberadaan di Mekkah untuk beribadah dan mempersiapkan diri baik secara fisik, wawasan perhajian, serta mental yang tangguh menuju puncak haji di Armuzna. HNW juga mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kemudahan dan kesehatan, bisa mendapatkan haji yang maqbul dan mabrur, serta turut mendoakan Indonesia dan Gaza/Masjid Al Aqsa dan Palestina.

“Alhamdulillah bisa bersilaturahim dengan para calon jamaah haji dan para ulama/tokoh-tokoh pembimbing jemaah dari Jakarta Selatan. Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kemudahan menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Agar setelah menunggu belasan tahun, dan kini bisa ditakdirkan berada di Mekkah, maka penting dimaksimalkan, agar bisa dikaruniai haji yang maqbul, sa’yunya masykur serta doa-doanya diijabah Allah SWT, dan terus terbawa sesudah pulang ke Indonesia,” ujar Hidayat dalam keterangannya di Mekkah, Ahad (24/5).

Haji 2026 Jadi Momentum Evaluasi Pelayanan Jemaah

Selain melakukan silaturahim dan kunjungan pengawasan, HNW bersama KH Dr. Yasdar (Sekretaris Umum MUI Jakarta Selatan) selaku petugas penyelenggara ibadah haji juga mendatangi Kloter 27 Jakarta Selatan, yang tinggal di kawasan Misfalah, Mekkah, untuk bertemu keluarga almarhum; menyampaikan santunan dan takziah atas wafatnya calon jamaah haji asal Jakarta Selatan, M. Firdaus Ahlan, dari Kloter 27, yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik karena dinyatakan hilang selama beberapa hari di Mekkah dan baru ditemukan setelah tujuh hari dinyatakan hilang di perbukitan Kuday, Mekkah, dalam keadaan sudah wafat.

“Kita doakan almarhum dikaruniai husnul khatimah, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadah dan niat hajinya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar HNW.

Saat kunjungan ke Kloter 27 JKG asal Jakarta Selatan ini, Hidayat bertemu dengan Ketua Kloter, Petugas Kesehatan, dan Petugas Haji, juga Pembimbing Ibadah Jemaah yang dikenal sebagai tokoh pendakwah wanita terkemuka di Jakarta Selatan yaitu Ustadzah Bahijah. Mereka menyampaikan berbagai masukan untuk perbaikan penyelenggaraan Haji 2026 ke depan seperti soal pemondokan terkait lift, mesin cuci, toilet, dan tempat wudu. Catatan-catatan itu juga langsung disampaikannya kepada pengurus/penanggung jawab hotel yang ditemui setelah bertemu dengan para tokoh, petugas haji, dan calon jemaah haji.

Saat kunjungan pengawasan ke Kloter 27 Jakarta Selatan, HNW juga jumpa dengan sebagian jemaah haji Kloter 25 yang berasal dari Jakarta Pusat. Kepada semua pihak yang ditemui di Mekkah, HNW memastikan bahwa jemaah haji mendapatkan hak pelayanan terbaik sesuai dengan yang disepakati dalam rapat kerja antara Komisi VIII DPR RI dan Kemenag, baik terkait layanan akomodasi, transportasi, maupun konsumsi.

HNW Apresiasi Petugas Haji Indonesia di Mekkah

Selain menemui dan memeriksa kondisi jamaah haji, HNW juga menemui unsur Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk mendengarkan aspirasi dan masukan terkait perbaikan penyelenggaraan ibadah haji, baik yang terjadi sekarang maupun perbaikan untuk penyelenggaraan di tahun yang akan datang. Dirinya juga memberikan dukungan dan motivasi kepada PPIH menjelang fase puncak Haji 2026.

Menurutnya, tugas PPIH di fase Armuzna nanti cukup berat karena harus siap fisik dan mental agar dapat memberikan khidmat/pelayanan terbaik bagi jamaah haji Indonesia di tengah berkumpulnya jutaan jamaah haji dari berbagai negara di satu kawasan yang relatif terbatas.

“Saya mengapresiasi kinerja keras para petugas haji Indonesia yang terus berusaha menyiapkan/memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah, khususnya menjelang fase puncak haji. Tentu ini harus dijaga dan ditingkatkan apalagi di saat puncak/akhir ibadah haji tapi juga untuk fase sesudah jemaah melaksanakan ibadah haji, sehingga seluruh tugas dapat berjalan lancar dan berakhir dengan ‘husnul khatimah’ ketika para jamaah haji dari Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk, sampai nanti mereka akan kembali ke Indonesia membawa nilai haji mabrur,” pungkasnya.


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI