BMKG Teguhkan Semangat Persatuan dan Pengabdian untuk Bangsa

| Rabu, 03 Juni 2026 | 01.01 WIB

Bagikan:

Bernasindonesia.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Selasa (02/06/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama serta seluruh pegawai di lingkungan BMKG.


Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus meneguhkan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan bahwa tema tersebut menegaskan relevansi nilai-nilai luhur Pancasila dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus menjadi kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.

“Tema ini merupakan pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, namun juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” ujar Faisal.

Dalam kesempatan tersebut, Faisal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta upacara, termasuk para taruna dan taruni STMKG yang bertugas sebagai petugas upacara.

“Saya ingin mengapresiasi seluruh peserta upacara yang telah menegakkan kedisiplinan dan kecintaan akan tanah air. Karena sejatinya, tugas utama BMKG erat kaitannya dengan kedisiplinan waktu dalam memberikan layanan terbaik di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika,” katanya.

Pada upacara tersebut, Faisal membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pidato tersebut juga menekankan bahwa Pancasila telah menjadi bintang penuntun bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari disrupsi teknologi, dinamika geopolitik, hingga berbagai perubahan global lainnya. Di tengah keberagaman yang dimiliki, Indonesia dinilai mampu menunjukkan bahwa persatuan dapat terus dijaga melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Melalui pidato tersebut, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari, bukan sekadar simbol maupun slogan.

Menutup amanatnya, Faisal mengajak seluruh peserta upacara untuk terus menjaga, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kepada seluruh insan BMKG, saya berpesan untuk dapat menjaga, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Tidak hanya di atas kertas, tetapi dalam laku tindak, pola berpikir, dan pelaksanaan tugas melayani masyarakat luas serta mendukung seluruh sektor pembangunan di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Faisal, nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam setiap pelaksanaan tugas BMKG, mulai dari menjunjung nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan, memperkuat Persatuan Indonesia, mengedepankan musyawarah dalam pengambilan keputusan, hingga menghadirkan pelayanan yang berorientasi pada keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini kepada para taruna dan taruni STMKG sebagai generasi penerus BMKG.

“Nilai-nilai Pancasila harus dipahami dan dilaksanakan sejak dini, mulai dari hal-hal kecil agar terus terasah. Nantinya, nilai-nilai luhur Pancasila yang universal dapat meresap dan akan membimbing kita menjadi tuntunan hidup dalam pelaksanaan tugas ke depannya,” jelasnya.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, BMKG meneguhkan komitmennya untuk terus mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan publik. Semangat persatuan, nasionalisme, disiplin, dan pengabdian diharapkan menjadi landasan dalam menghadirkan layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang andal guna mendukung keselamatan masyarakat serta pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI