Mahasiswa dan Pemuda Bali Tolak Pelanggar Ham dan Pendobrak Konstitusi

| Selasa, 06 Februari 2024 | 01.06 WIB

Bagikan:

Bernasindonesia.com - Mahasiswa dan Pemuda Bali bersama masyarakat sipil berkumpul, mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap telah melakukan tindakan-tindakan penyimpangan di tengah proses penyelenggaraan negara Republik Indonesia (RI).


Melalui acara nonton bareng debat Pilpres dan Diskusi Minggu, (04/02/2023), di Lapangan Lumintang Denpasar, gabungan mahasiswa, Pemuda dan elemen masyarakat sipil Bali menyerukan bahwa Pemerintahan Jokowi telah melanggar kaidah-kaidah Demokrasi dan menilai Reformasi sudah kembali ke titik 0.

Wakabid Agitasi dan Propaganda DPD GMNI Bali, Made Gerry Gunawan menyampaikan, bahwa menuju pemilu 2024 ini, pelanggaran-pelanggaran kian ditunjukan oleh penguasa dengan terang benderang.

"Saya kira pemerintah sudah semakin berani melakukan penyimpangan kaidah-kaidah bernegara. mulai dari otak-atik Putusan MK, hingga cawe-cawe pejabat negara dan presiden dalam helatan Pemilu 2024 ini, ini memalukan, jika Etika dan Moral sudah dikangkangi, Mau dibawa kemana bangsa ini?", ungkap Gerry.

Selain itu, dam pernyataan sikap yang dibacakan oleh Ketua BEM Universitas Udayana I Wayan Thresna terdapat 5 poin seruan dan kecaman terhadap pemerintahan jokowi mulai dari kritikan terhadap Putusan MK yang meloloskan Putra Presiden Jokowi,  Gibran raka buming raka menjadi Cawapres yang sarat akan praktik KKN, Netralitas Presiden dan Pejabat Negara, kebebasan berpendapat dan pelanggaran HAM yang dinilai tidak tuntas, Politik Identitas, dan kembali ke ajaran pancasila untuk menghindari merosotnya demokrasi.

Dalam acara tersebut juga diadakan diskusi dan Nonton bareng Debat Capres-Cawapres Bersama seperti Ketua Bem Udayana, I Wayan Thresna dan Wakabib Politik, Agitasi Propaganda DPD GMNI Bali Made Gerry Gunawan 

Mereka  bersepakat bahwa demokrasi hari ini sedang tidak baik-baik sehingga untuk menyelematkannya, maka Pemilu 2024 ini adalah momentum untuk menghukum rezim yang ugal-ugalan.

Acara tersebut juga menampilkan Taetrikal dari mahasiwa Fakultas Ilmu Budaya Udayana, Stand Up Comedy dari budayawan Pekak Onyot yang membawakan dengan nada sentilan kritk sosial serta hiburan musik DJ sebagai dukungan terhadap ekonomi kreatif anak muda di Bali.


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI