Cegah Bancana Alam, Firdaus Hasbullah: Pembangunan di Sumsel Harus Seimbang dengan Pelestarian Lingkungan

| Sabtu, 29 November 2025 | 10.57 WIB

Bagikan:

Bernasindonesia.com - Wakil Ketua DPRD Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah, mendorong pemerintah provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus melakukan upaya pencegahan bencana banjir dan longsor. Sebab, jika tidak diwaspadai maka bencana alam tersebut akan memiliki dampak yang cukup besar bagi masyarakat Sumsel sendiri.


“Daerah kami Sumsel harus lebih waspada dan proaktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah bencana ekologis,” ujar Firdaus saat dihubungi, Sabtu (29/11/2025).

Menurut Firdaus, bencana banjir dan longsong di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh, perlu menjadi pelajaran berharga bagi pemrov Sumsel. Bencana di tiga provinsi tersebut tidak hanya menyababkan korban materi, tapi juga ratusan nyawa manusia melayang. Karena itu, menurut Firdaus, Pemrov Sumsel harus melakukan pencegahan bancana alam sejak dini. 

“Kami akan terus mendorong pemerintah Provinsi untuk meningkatkan kesadaran dan aksi dalam menjaga lingkungan, serta memastikan bahwa pembangunan di Sumsel seimbang dengan pelestarian lingkungan,” katanya.

Ketua DPW PGK Sumsel ini menambahkan bahwa bencana ekologis memang sering kali menjadi faktor utama di balik bencana alam. Degradasi lingkungan, polusi, dan eksploitasi sumber daya alam yang tidak seimbang bisa memperparah dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, longsor, dan kekeringan. 

“Misalnya, penggukaan hutan dan alih fungsi lahan bisa meningkatkan risiko banjir dan longsor, sementara polusi udara dan air bisa memperburuk kualitas hidup masyarakat. Jadi, menjaga keseimbangan ekosistem dan lingkungan hidup sangat penting untuk mencegah bencana ekologis dan mengurangi risiko bencana alam,” tambahnya. 

Firdaus juga menyampaikan keprihatinannya atas bencana alam yang memporak-porandakan tanah Sumut, Sumbar dan Aceh. Masyarakat Indonesia diharapkan terus mendoakan dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bancena. Hal ini dianggap sangat penting, sebagai bentuk kepedulian antar sesama.

“Saya sangat prihatin dengan bencana yang terjadi menimpa saudara kita di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Kami menyampaikan belasungkawa kepada korban dan keluarga yang terdampak. Semoga selalu diberikan kesabaran,” pungkas Firdaus.

Untuk diketahui, bencana alam di Sumut, Sumbar dan Aceh menelan korban jiwa manusia 174 tewas dan 79 dinyatakan hilang. Dan bencana di Sumut, Sumbar dan Aceh tersebut sudah dinyatakan sebagai tanggal darurat. 

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan menyusul kejadian banjir, tanah longsor, dan gempa bumi di wilayah Sumut.

Status ini dituangkan dalam Surat Keputusan Gubernur Sumut Nomor 188.44/836/KPTS/2025 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari terhitung pada 27 November hingga 10 Desember 2025. 

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menetapkan Aceh berstatus tanggap darurat bencana menyusul bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor yang terjadi hampir di seluruh wilayah Aceh dalam beberapa hari terakhir.

"Hari ini saya Gubernur Aceh menetapkan status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh," kata Mualem di Banda Aceh, Kamis. 


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI