Bernasindonesia.com - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI mendorong penguatan ekosistem halal yang inklusif dan berdaya saing global melalui sinergi keuangan syariah secara optimal. Hal itu disampaikan oleh Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan saat berbicara sebagai keynote speaker dalam kegiatan seminar bertajuk 'Bilateral and Regional Islamic Social Finance Integration for Halal Community Engagement' yang diselenggarakan di Menara Syariah PIK 2, Selasa (16/12/2025).
Menurut Babe Haikal, sapaan akrabnya, upaya menyinergikan keuangan sosial Islam akan berdampak secara efektif dalam memberdayakan komunitas halal, memperkuat ekosistem halal, dan meningkatkan dampak sosial-ekonomi masyarakat.
Di kesempatan tersebut, Babe Haikal juga menekankan bahwa transformasi halal sebagai lifestyle menempatkan halal bukan hanya isu keagamaan semata, melainkan menjadi standar global yang mengedepankan kualitas, keberlanjutan, dan kepercayaan.
“Halal is not only (about) religion, halal is not for Muslim only. Halal is for everyone, halal is for everybody,” tegas Ahmad Haikal Hasan dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa penerimaan terhadap konsep halal telah berkembang di berbagai negara sebagai nilai universal. Masyarakat Eropa memandang halal sebagai standar elite dan berkualitas, sementara negara lain melihatnya sebagai bagian dari keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi.
“Orang Prancis, Belgia, dan Belanda menyebut halal sebagai elite concept. Di Inggris, halal dipahami sebagai bagian dari konsep semesta dan kembali ke green concept. Sementara masyarakat Tiongkok melihat halal sebagai growth economic engine. Ini menunjukkan bahwa halal adalah untuk semua,” jelasnya.
Lebih lanjut, Babe Haikal menekankan bahwa konsistensi produsen dalam menghasilkan produk halal akan mendorong produktivitas dan perluasan akses pasar global bagi produk Indonesia. Dengan standar halal yang kuat dan terintegrasi, produk halal nasional diyakini akan semakin diterima di berbagai negara.
“If we produce only halal (product), all country will accept us, termasuk Tiongkok dan Filipina. Karena itu, mari kita terima halal sebagai konsep universal,” pungkasnya.

