Bernasindonesia.com - Rapat Pimpinan (Rapim) MUI telah membahas secara khusus persiapan pelaksanaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) MUI Tahun 2026.
“Dalam Rapim telah dilaporkan mengenai persiapan Mukernas MUI 2026,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Rofiqul Umam Ahmad, kepada MUI Digital di Kantor MUI Pusat, Kamis (1/1/2025).
Dia menjelaskan, Mukernas MUI 2026 dijadwalkan akan berlangsung pada 1–10 Februari 2026 dan menjadi forum penting konsolidasi program kerja seluruh Komisi, Badan, dan Lembaga (KBL) di lingkungan MUI.
“Mukernas 2026 intinya akan melakukan konsolidasi program kerja KBL yang merupakan kegiatan internal MUI yang diselenggarakan setiap tahun di awal atau di akhir tahun untuk menyusun rencana kegiatan prioritas,” jelasnya.
Dalam Mukernas tersebut, kata dia, masing-masing KBL diminta menyusun dua program prioritas untuk tahun 2026. Namun, tidak diperkenankan menyusun kegiatan nonprioritas.
“Masing-masing KBL diminta untuk menyusun dua rencana kegiatan prioritas, namun itu tidak diperbolehkan untuk menyusun kegiatan nonprioritas tersebut, melihat banyak sekali agenda umat yang membutuhkan dukungan, partisipasi, dan bantuan dari MUI,” tegasnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa penyusunan program dilakukan melalui beberapa tahapan. Program disusun di tingkat KBL, kemudian dikoordinasikan oleh Badan Pembinaan dan Pengembangan Organisasi (BPPO) MUI dengan dukungan tim ISO.
“Untuk Mukernas kita telah menyepakati dua tahapan bahwa masing-masing komisi, badan, dan lembaga diminta menyusun rencana kegiatan prioritas untuk 2026 dan dikoordinasi pelaksanaannya oleh Badan Pembinaan Pengembangan Organisasi MUI,” ujarnya.
Tahapan berikutnya adalah rapat koordinasi bidang yang dipimpin oleh masing-masing Wakil Ketua Umum, yakni Bidang Keagamaan oleh KH Cholil Nafis, Bidang Perekonomian oleh Buya Anwar Abbas, dan Bidang Keorganisasian oleh KH Marsudi Syuhud.
“Di forum ini akan dilakukan sinkronisasi, harmonisasi, dan konsolidasi supaya tidak bertumpuk dan tidak bersamaan, sehingga bisa selaras, seimbang, dan terintegrasi satu sama lain,” ungkapnya.
Dengan mekanisme tersebut, Rofiqul berharap pembahasan di Mukernas dapat berjalan lebih efektif.
“Sehingga dalam forum Mukernas sudah lebih lancar dan tinggal menyempurnakan serta meminta saran dan masukan pendapat untuk penyempurnaan, yang naskahnya sudah disusun dari peserta Mukernas,” kata dia

