Bernasindonesia.com - Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, melanjutkan rangkaian acara MPR Goes to Campus. Titik ke-47 acara ini dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan.
Kehadiran Eddy Soeparno disambut langsung Rektor UMSU Medan Prof. Agussani dan jajaran wakil rektor serta dekan. Seperti diketahui, UMSU sudah ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah tahun 2027 mendatang.
Dalam paparannya, Eddy Soeparno menegaskan relevensi ketahanan energi di tengah gejolak geopolitik dunia.
"Di antara upaya mewujudkan ketahanan energi itu adalah mempercepat elektrifikasi dan transisi energi untuk mengurangi secara signifikan ketergantungan kita terhadap impor energi seperti minyak mentah dan LPG," ungkapnya.
Karena itu, Doktor Ilmu Politik UI ini mengajak kampus untuk mendukung langkah Presiden Prabowo mempercepat transisi energi menuju energi terbarukan, antara lain dengan program 100 GW energi surya, elektrifikasi sektor transportasi, dan pengembangan bioenergi.
"Sebagai respons atas situasi geopolitik saat ini, komitmen Presiden Prabowo rasanya perlu didukung semua pihak, baik dukungan politik di parlemen maupun dukungan dari civitas academica, dalam hal ini universitas," kata Eddy.
Bentuk dukungan kampus yang bisa dilakukan antara lain adalah dengan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) terampil yang siap kerja dalam industri hijau pengembangan energi terbarukan.
"Upaya mempercepat transisi energi ini nantinya tentu akan membuka lapangan kerja green jobs baru yang membutuhkan tenaga kerja formal yang terampil,"
"Lapangan pekerjaan ini harus diisi oleh anak-anak bangsa sendiri yang siap dan terampil dalam industri hijau. Karena itu, dibutuhkan link and match antara kebutuhan di lapangan dan kurikulum yang dipelajari di kampus," ungkapnya.
Eddy juga berharap dukungan kampus dalam bentuk pengembangan riset-riset energi terbarukan sebagai input bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan, khususnya untuk mempercepat transisi energi.
"Kenapa saya menginisiasi program MPR Goes to Campus ini karena saya meyakini harus ada jembatan antara riset-riset kampus sebagai basis ilmiah kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah,"
"Pada akhirnya rangkaian upaya mempercepat transisi energi harus dinikmati industri dalam negeri, meningkatkan industrialisasi, meningkatkan kapasitas produksi kita, dan menyerap tenaga kerja formal dan terampil dari anak bangsa sendiri dengan jumlah yang signifikan," tutupnya.

