Titiek Soeharto Soroti Kekurangan Penyuluh di Tengah Pesatnya Inovasi Perikanan

| Kamis, 02 April 2026 | 07.14 WIB

Bagikan:

Bernasindonesia.com - Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke Balai Riset Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan di Bogor untuk meninjau inovasi serta mengidentifikasi kendala dalam pengembangan sektor perikanan budidaya. Dalam kunjungan tersebut, ia mengapresiasi berbagai inovasi yang dihasilkan, salah satunya alat pengasapan ikan yang dinilai sederhana, terjangkau, dan bermanfaat bagi pembudidaya yang tidak memiliki fasilitas penyimpanan seperti freezer karena hasilnya dapat langsung dipasarkan.


“Kami melihat langsung ada inovasi alat pengasapan ikan. Berbagai jenis ikan seperti lele bisa diasap dengan alat ini. Ini sangat membantu, terutama bagi pembudidaya yang tidak memiliki fasilitas penyimpanan seperti freezer. Hasilnya juga bisa langsung dipasarkan,” ujar Titiek.

Ia menilai inovasi tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan didistribusikan sebagai bantuan kepada pembudidaya ikan di berbagai daerah. Selain itu, inovasi pakan ikan melalui teknologi bioflok juga dinilai mampu menekan biaya produksi dan mempercepat masa panen sehingga dapat meningkatkan efisiensi usaha budidaya ikan.

Tak hanya itu, berbagai produk olahan hasil perikanan juga dinilai memiliki peluang pasar yang luas, termasuk untuk mendukung kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami melihat banyak inovasi yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur MBG. Ini tentu sangat baik karena bisa membuka peluang pasar baru bagi produk perikanan,” tambahnya.

Namun demikian, ia juga menyoroti keterbatasan jumlah penyuluh perikanan yang saat ini dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal.

“Dari masukan yang kami terima, jumlah penyuluh perikanan saat ini kurang dari 4.000 orang. Padahal, untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia, idealnya dibutuhkan sekitar 12.000 penyuluh,” tegasnya.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI