BAZNAS Perkuat Kemandirian Disabilitas Lewat Program Pemberdayaan

| Jumat, 22 Mei 2026 | 01.03 WIB

Bagikan:

Bernasindonesia.com - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan, sehingga mampu mendorong transformasi dari penerima zakat (mustahik) menjadi pembayar zakat (muzaki).


Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengungkapkan bahwa sejumlah pelaku usaha disabilitas binaan BAZNAS kini telah menunjukkan kemandirian yang signifikan, bahkan tidak sedikit yang telah bertransformasi menjadi muzaki.

Hal tersebut disampaikan Sodik saat menerima kunjungan audiensi dari Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) serta berbagai komunitas difabel di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Sodik menjelaskan, kolaborasi pemberdayaan yang dilakukan selama ini telah berhasil mengubah paradigma masyarakat disabilitas dari sekadar penerima bantuan menjadi pemberi manfaat. Menurutnya, pendampingan yang konsisten telah mendorong kemandirian ekonomi di kalangan difabel, sehingga mereka kini mampu berkontribusi kembali melalui zakat, infak, maupun sedekah.

“Hari ini kita berbahagia karena yang datang adalah saudara-saudara dari kaum difabel dan disabilitas, seperti tunarungu, tunanetra, dan lainnya. Ada beberapa hal yang menggembirakan, pertama mereka memiliki pola pikir baru untuk tidak hanya menerima tetapi juga memberi. Kedua, beberapa pengusaha disabilitas binaan BAZNAS kini sudah mulai membayar zakatnya,” jelas Sodik usai acara.

Ia mengapresiasi semangat kemandirian para penyandang disabilitas yang tetap produktif melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi. Bantuan BAZNAS terbukti telah mendorong lahirnya berbagai usaha mandiri di berbagai sektor, mulai dari kuliner melalui ZChicken, jasa menjahit, jasa potong rambut, hingga perajin kaki palsu.

Guna memperkuat capaian tersebut, BAZNAS RI menyiapkan rencana strategis untuk memperluas jangkauan pelatihan teknis dan dukungan infrastruktur. Program ini mencakup penyediaan peralatan produksi teknis serta perluasan akses pasar bagi para perajin kaki prostetik.

“Kita akan menyusun dan mendukung beberapa program yang luar biasa, antara lain pelatihan untuk para trainer baca Al-Qur’an Braille,” tutur Sodik.

Sementara itu, Ketua Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL), Sri Agustini, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berkelanjutan dari BAZNAS RI. Ia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi dari mustahik menjadi muzaki ini merupakan bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berdaya secara finansial.

“Terima kasih BAZNAS, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS yang sejak tahun 2016 telah memberdayakan disabilitas sehingga mampu mengubah disabilitas yang tadinya mustahik menjadi munfiq atau muzaki. Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh untuk semuanya,” kata Sri Agustini.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah perwakilan komunitas, antara lain Ketua Yayasan Anugrah Jaya Disabilitas Yudi Yudiana, perwakilan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kanah Anna, perwakilan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Kota Bandung Warti Eryani, perwakilan UMKM Disabilitas Resti Rustini, pendamping Syifa, perwakilan Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Pusat Toto beserta pendamping, serta perwakilan APDL Riki Maulana.
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI