Lantik Ratusan Aparatur Negara, Menteri LH Tegaskan Komitmen Menjaga Masa Depan Bumi

| Selasa, 30 Juni 2026 | 01.49 WIB

Bagikan:

 

Bernasindonesia.com - Sebanyak 505 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) resmi dilantik dan diambil sumpah/janjinya di Kantor KLH/BPLH, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa ASN KLH/BPLH harus menjadi garda terdepan dalam menjaga bumi melalui birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada solusi.

Dalam laporannya, Sekretaris Kementerian LH/Sekretaris Utama BPLH, Rosa Vivien Ratnawati, menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan tahapan akhir proses pengadaan ASN Formasi Tahun 2024 sekaligus pemenuhan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Dari total 505 PNS yang dilantik, total terdapat 269 CPNS yang telah menyelesaikan masa prajabatan dan sisanya adalah para PNS dengan jabatan fungsionalnya yang belum dilantik ataupun diambil sumpahnya secara resmi.

Menurut Vivien, penguatan ASN dan jabatan fungsional merupakan investasi kelembagaan untuk memastikan kebijakan, pengawasan, pembinaan, dan pelayanan di bidang lingkungan hidup berjalan secara profesional, berbasis kompetensi, dan berorientasi pada hasil.

Dalam arahannya, Menteri Jumhur menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni administratif, melainkan momentum moral untuk memperkuat integritas dan pengabdian kepada negara. "Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji bukanlah seremoni administratif belaka. Ini adalah momentum moral, institusional, dan konstitusional. Di dalamnya terkandung janji pengabdian, penegasan integritas, dan kesiapan menjalankan amanah negara dengan penuh tanggung jawab."

Menurut Menteri Jumhur, tantangan lingkungan hidup saat ini semakin kompleks akibat triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, ASN KLH/BPLH harus mampu menghadirkan kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

"Kebijakan lingkungan tidak boleh berhenti pada dokumen, angka, atau laporan. Kebijakan harus melahirkan hasil nyata: udara yang lebih bersih, air yang lebih aman, tanah yang lebih terlindungi, sampah yang lebih tertangani, ekosistem yang lebih pulih, dan masyarakat yang lebih sehat,” ujar Menteri Jumhur. 

Menteri Jumhur memberikan pesan khusus kepada para ASN muda. Menteri Jumhur menyampaikan bahwa KLH/BPLH merupakan salah satu kementerian yang memiliki peran paling strategis di tingkat global karena seluruh isu pembangunan pada akhirnya bermuara pada aspek lingkungan hidup

"Dalam konteks tantangan global, ada dua sektor yang sangat menentukan masa depan dunia, yaitu energi dan lingkungan hidup. Energi menjaga kehidupan tetap berjalan, sementara lingkungan hidup menyelamatkan bumi,” jelas Menteri Jumhur

Oleh karena itu, Menteri Jumhur mendorong seluruh ASN meningkatkan kapasitas, termasuk penguasaan bahasa asing dan pemahaman isu-isu global, agar mampu berkontribusi dalam berbagai forum internasional yang semakin banyak membahas perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Menteri Jumhur juga memperkenalkan pendekatan Mitigation, Adaptation, and Prosperity sebagai landasan kebijakan perubahan iklim. Menurutnya, mitigasi dan adaptasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, didukung pemanfaatan teknologi dan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan (science-based policy making).

Saat ini KLH/BPLH memiliki 2.335 ASN, dengan 68,9 persen di antaranya menduduki jabatan fungsional. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kompetensi teknis menjadi fondasi utama dalam mendukung perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Semangat pengabdian juga disampaikan oleh salah satu PNS yang baru dilantik, Muhammad Jundy Al Fattah sebagai Pranata Komputer Ahli Pertama pada Biro Hubungan Masyarakat KLH/BPLH yang berasal dari CPNS Formasi Tahun 2024.

"Ini merupakan salah satu momen terbesar dalam hidup saya. Saya merasa bahagia dan bangga telah menjadi bagian dari KLH/BPLH. Kebahagiaan ini harus diikuti dengan komitmen untuk bekerja dengan baik, menjunjung tinggi integritas, serta selalu mengutamakan pelayanan kepada masyarakat," ujar Jundy.

Melalui pelantikan ini, KLH/BPLH menegaskan komitmennya membangun birokrasi yang profesional, adaptif, kolaboratif, dan berintegritas guna mewujudkan Lingkungan Hidup yang Lestari untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045.
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI