Cak Imin: Indonesia Butuh Kader Pemberdayaan yang Mampu Ciptakan Peluang Kerja

| Rabu, 01 Juli 2026 | 05.30 WIB

Bagikan:

 

Bernasindonesia.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi paling strategis untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tengah perkembangan kecerdasan artifisial (AI), digitalisasi, dan perubahan pasar kerja.

"Pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dengan bantuan sosial. Jalan paling kuat untuk memutus kemiskinan adalah meningkatkan kualitas manusianya melalui pendidikan, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kewirausahaan. Dengan cara itu, masyarakat akan semakin mandiri dan kelas menengah Indonesia akan terus tumbuh," ujar Menko Muhaimin dalam arahannya pada penandatanganan kerja sama Kemenko PM dengan Universitas Siber Asia (UNSIA) di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Kemenko PM bersama UNSIA meluncurkan Program Beasiswa Sarjana (S1) bagi 500 Kader Pemberdayaan Masyarakat. Program ini menjadi implementasi awal kerja sama yang ditandatangani oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, bersama Rektor UNSIA, Prof. Jang Youn Cho, Ph.D., CPA.

Melalui program tersebut, penerima akan memperoleh beasiswa penuh selama dua semester pertama dan dapat melanjutkan pembiayaan hingga lulus apabila mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,50. Peserta yang memiliki IPK di bawah ketentuan tersebut tetap mendapatkan dukungan beasiswa sebesar 50 persen.

Menko Muhaimin menilai, tantangan pembangunan ke depan menuntut hadirnya kader-kader pemberdayaan yang tidak hanya memiliki kepedulian sosial, tetapi juga menguasai teknologi dan mampu menciptakan solusi bagi masyarakat.

"Kita membutuhkan kader pemberdayaan yang berintegritas, berprestasi, menguasai teknologi, dan memiliki komitmen pengabdian yang nyata. Mereka harus menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat, bukan hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta kesempatan kerja," tegasnya.

Selain program beasiswa, kerja sama Kemenko PM dan UNSIA juga mencakup peningkatan kompetensi kecerdasan artifisial (AI) bagi Calon Pekerja Migran Indonesia serta pegawai Kemenko PM sebagai bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia menghadapi transformasi digital.

Menko Muhaimin juga meminta UNSIA terus meningkatkan kualitas akademik agar menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

"Saya berharap UNSIA terus memperkuat standar akademik, memperluas pembelajaran AI dan digitalisasi, mengembangkan kewirausahaan sosial, serta menghasilkan riset yang mampu menjawab persoalan nyata pemberdayaan masyarakat. Kampus harus menjadi bagian dari solusi dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia," pungkasnya.


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI