Dave Laksono: Narkoba Masuk Lewat Laut, Pengawasan Maritim Harus Diperketat

| Kamis, 02 Juli 2026 | 00.44 WIB

Bagikan:

 

Bernasindonesia.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono menegaskan bahwa penyelundupan narkotika melalui jalur laut harus menjadi perhatian serius pemerintah. Kasus penyelundupan 325 kilogram sabu dari Thailand menuju Aceh, menurutnya, menunjukkan masih besarnya ancaman narkoba yang masuk melalui perairan Indonesia.

Dave menilai penguatan sistem pengawasan maritim menjadi langkah yang tidak bisa ditunda. Dengan wilayah laut Indonesia yang sangat luas, pengamanan harus didukung anggaran memadai, sumber daya manusia yang tangguh, serta pemanfaatan teknologi modern agar jalur penyelundupan narkoba dapat diputus.

Laut kita begitu luas. Kita memiliki TNI Angkatan Laut, Bakamla, Bea Cukai, hingga Polairud. Namun, bila tidak didukung anggaran yang cukup, SDM yang tangguh, dan teknologi yang terkini, tentu pengawasan tidak akan mampu menjangkau seluruh wilayah,” ujar Dave kepada Parlementaria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menegaskan bahwa ancaman narkotika kini semakin kompleks sehingga pendekatan konvensional saja tidak lagi cukup. Pemerintah, menurutnya, perlu memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi agar aktivitas mencurigakan di laut dapat dideteksi lebih cepat.

Dave menyebut berbagai perangkat seperti satelit, drone laut, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) harus menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga keamanan perairan Indonesia.

“Hari ini kita sudah bisa menggunakan satelit, drone laut, hingga artificial intelligence (AI) untuk memonitor berbagai aktivitas. Hal-hal seperti ini harus dioptimalkan agar pemerintah dapat memanfaatkan seluruh teknologi yang tersedia sekaligus meningkatkan kapasitas SDM,” jelasnya.

Selain teknologi, Dave menilai keberhasilan pemberantasan narkoba juga bergantung pada koordinasi antarlembaga. Menurutnya, seluruh institusi yang memiliki kewenangan di laut harus bekerja dalam satu sistem yang terintegrasi agar setiap upaya penyelundupan dapat segera direspons.

Ia menegaskan sinergi antara TNI AL, Bakamla, Bea Cukai, Polairud, dan instansi terkait menjadi kunci untuk menutup celah masuknya narkotika maupun berbagai kejahatan lintas negara lainnya.

“Sinergi itu penting karena wilayah kita sangat luas. Dibutuhkan kerja sama antarlembaga agar ketika terjadi pelanggaran, seluruh pihak dapat bergerak secara terkoordinasi,” tegas Dave.

Dave menambahkan, penguatan pengamanan laut tidak hanya bertujuan mencegah masuknya narkoba, tetapi juga mengantisipasi tindak pidana lain seperti perdagangan orang dan penyelundupan barang ilegal yang kerap memanfaatkan jalur laut Indonesia.

“Bukan hanya narkotika, tetapi juga tindak pidana perdagangan orang dan berbagai bentuk penyelundupan lainnya. Karena itu koordinasi harus terus diperkuat secara intensif,” pungkasnya 


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI