Bernasindonesia.com - Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyampaikan selamat dan apresiasi atas pelantikan serta pengukuhan sekitar 1.500 pengurus Forum Ulama dan Habaib (FUHAB) Jakarta periode 2026–2031 di Jakarta International Velodrome, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (18/8).
Pengukuhan tersebut mencakup kepengurusan tingkat DPP, DPW, DPC, hingga ranting pada 44 kecamatan dan 267 kelurahan di Jakarta, serta melibatkan jaringan FUHAB dari Kepulauan Seribu dan kawasan aglomerasi Jakarta seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi.
“Selamat dan sukses kepada seluruh pengurus FUHAB yang dikukuhkan. Luasnya jaringan FUHAB merupakan modal sosial yang sangat besar untuk merawat ukhuwah, menjaga kesejukan, membimbing umat, dan membantu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat Jakarta,” ujar Fahira Idris di sela-sela menghadiri pengukuhan FUHAB di Jakarta, Selasa (18/8).
Fahira Idris juga mengapresiasi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang terus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, ulama, habaib, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, pesan Gubernur bahwa kemajuan Jakarta harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas manusia, moral, karakter, dan kehidupan sosial sangat relevan dengan perjalanan Jakarta menuju kota global.
“Jakarta yang maju tidak cukup hanya ditandai oleh infrastruktur yang modern, ekonomi yang tumbuh, dan layanan publik yang semakin baik. Jakarta juga membutuhkan masyarakat menjunjung tinggi nilai dan ajaran agama, saling menghormati, guyub, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat,” kata Fahira Idris.
Menurut Senator Jakarta ini, ulama dan habaib memiliki posisi strategis karena dekat dengan masyarakat dan dipercaya umat. Kedekatan tersebut menjadikan FUHAB mampu menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus menjadi kekuatan moral yang menjaga agar pembangunan kota tetap berpijak pada nilai agama, budaya, dan kearifan lokal.
Fahira Idris menilai, Jakarta merupakan kota yang sangat majemuk dengan dinamika sosial yang tinggi. Karena itu, dakwah yang menyejukkan, merangkul, dan memperkuat persaudaraan sangat dibutuhkan untuk menjaga kehidupan masyarakat tetap harmonis.
“FUHAB memiliki peran penting untuk terus merawat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, serta hubungan yang baik antarseluruh elemen masyarakat. Perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan, tetapi harus dikelola menjadi kekuatan Jakarta,” ujarnya.
Selain itu, Fahira Idris berharap jaringan FUHAB hingga tingkat kecamatan dan kelurahan dapat aktif membina generasi muda, memperkuat ketahanan keluarga, mencegah penyalahgunaan narkoba, judi online, kekerasan, perundungan, intoleransi, dan berbagai persoalan sosial lainnya.
Fahira Idris juga berharap FUHAB semakin aktif dalam pendidikan keagamaan, literasi digital, kepedulian terhadap lingkungan, pemberdayaan ekonomi umat, serta pendampingan kepada warga yang membutuhkan.
“Generasi muda Jakarta menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama di ruang digital. Mereka membutuhkan ulama dan habaib yang hadir dekat, memahami zaman, menjadi tempat bertanya, serta memberikan tuntunan dengan bahasa yang bijak dan mudah diterima,” kata Senator Jakarta ini.
Fahira Idris menyatakan siap mendukung dan membangun sinergi dengan FUHAB sesuai kapasitasnya sebagai Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui pembukaan ruang komunikasi, penyerapan dan penyampaian aspirasi umat, penguatan kolaborasi lintas lembaga, serta dukungan terhadap program-program sosial, pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Saya siap mendukung dan bersinergi. Aspirasi para ulama, habaib, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan kebijakan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan warga dan tetap berpijak pada nilai moral, kemanusiaan, dan kemaslahatan,” ujar Fahira Idris.
Fahira Idris berharap sinergi ulama dan umara yang selama ini telah terbangun di Jakarta terus diperkuat dengan komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Semoga kepengurusan baru FUHAB menjadi mata air kesejukan bagi masyarakat, penguat persaudaraan, pembimbing generasi muda, dan mitra strategis dalam membangun Jakarta yang maju, aman, berbudaya, serta berakhlakul karimah,” pungkas Fahira Idris.

