Komunikasi Publik Pemerintah Harus Segera Diperbaiki

| Kamis, 13 Agustus 2026 | 07.29 WIB

Bagikan:

 

Bernasindonesia.com - Kesuksesan program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus didukung dengan komunikasi publik yang baik. Sejauh ini berbagai kritik dari masyarakat terutama dari kelompok kritis, komunikasi pemerintah dinilai sangat buruk.

Direktur Eksekutif  Lembaga Kajian Strategis, Indonesia Development Research (IDR), Fathorrahman Fadli mengatakan, selama ini kerja kerja komunikasi publik pemerintah lebih sering melahirkan masalah dan menjengkelkan masyarakat. Komunikasi publik pemerintah lebih bersifat denial dan bukan membangun suatu pemahaman yang lebih bijak. 

"Coba lihat apa yg dilakukan aparat pemerintah di depan publik, mereka tidak mewakili pemerintah yang bijak. Lebih sering denial dan cenderung mengajak berantem orang-orang yang memberikan masukan. Akibatnya kerja-kerja komunikasi pemerintah justru memperburuk citra Presiden Prabowo," jelasnya.

Fathorrahman yang akrab disapa Mr.Ong itu mencontohkan, betapa buruknya citra publik Presiden Prabowo di media sosial dengan aneka kritik yg kadang sangat tidak pantas. Kritik-kritik warga di media sosial adalah bukti bahwa perwn komunikasi publik pemerintah bersda pada posisi buruk sekali.

Komunikasi, lanjut Mr.Ong yang juga Host Podcast Tafsir Politik itu, bukan saja komunikasi konvensional di media massa. Namun yang lebih penting lagi adalah komunikasi interpersonal antar tokoh-tokoh penting dalam masyarakat. 


Mr.Ong melihat adanya kesemrautan komunikasi antar lembaga pemerintah, hal ini nampak pada data-data yang dipidatokan Presiden Prabowo dengan kondisi objektif di lapangan. 

"Gampang saja kita contohkan pada kasus penggilingan padi. Masa seorang Presiden dapat pasokan data yang ngawur soal penggilingan Padi? Waduh, ini negara atau warung kelontong," demikian kritik peneliti IDR itu.

Peran komunikasi publik dimata penulis biografi
tokoh-tokoh nasional itu menyarankan agar presiden memperbaiki kualitas aparaturnya dibidang komunikasi.

"Jangan sampai orang yang seharusnya menjaga citra publik presiden, justru bertindak menjerumuskan wajah presidennya. Sebab jika presiden tidak punya wibawa dimata publik, rakyat yang akan menderita," cetusnya.
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI