Pimpinan MPR Apresiasi Pembongkaran Penyelundupan 1 Ton Narkoba di Perairan Sumut

| Senin, 26 Oktober 2026 | 06.08 WIB

Bagikan:

 

Bernasindonesia.com - Setelah menggerebek puluhan sarang narkoba di berbagai penjuru Tanah Air, Kepolisian kembali membongkar upaya penyelundupan narkoba jenis ketamin melalui laut dengan jumlah mencapai 1 ton. Wakil Ketua MPR RI A.M. Akbar Supratman mengapresiasi penangkapan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi penindakan ini, membuktikan kesungguh-sungguhan Kapolri, Bea Cukai, TNI, dan BNN untuk memerangi penyalahgunaan narkoba,” ujar Akbar.

Akbar menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Kepolisian, TNI, Bea Cukai, BNN, dan pemerintah daerah yang bahu-membahu dalam operasi penangkapan para penyelundup tersebut.

“Tentu, pembongkaran penyelundupan ini tentu tak lepas dari kerja sama semua pihak, termasuk juga laporan masyarakat yang resah dengan peredaran narkoba di negeri kita,” kata Akbar.

Akbar menyatakan bahwa pengungkapan upaya penyelundupan ini berpotensi menyelamatkan ribuan orang dari penyalahgunaan narkoba. Persoalan penyalahgunaan narkoba juga telah menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.

“Ini sesuai dengan Asta Cita ke-7 Presiden Prabowo, ‘memperkuat reformasi politik, hukum dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba’,” kata Akbar yang merupakan senator dari Sulawesi Tengah itu.

Tim gabungan Polri, Bea Cukai, BNN, dan TNI berhasil mengamankan delapan orang awak kapal MT Global 168. Mereka terdiri atas tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA) yang disebut berasal dari Tiongkok dan Taiwan dalam naskah sumber.

Dalam konferensi pers, Direktur Jenderal Bea Cukai Letjen (Purn.) Djaka Budhi Utama menyampaikan apresiasi kepada Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) atas pengungkapan penyelundupan narkotika seberat 1,16 ton.

Ia mengatakan kasus narkotika di perairan Sumatera Utara tersebut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.

“Ini adalah wujud nyata keseriusan kita semua, aparat TNI Polri bersatu, Bea Cukai, BNN, termasuk pemerintah daerah. Alhamdulillah hari ini kita bisa mengungkap, menangkap para penyeludup yang sangat jahat yang ingin menghancurkan anak bangsa kita,” kata pejabat yang disebut dalam naskah sebagai Kapolri saat menggelar konferensi pers bersama Bea Cukai dan BNN.

Modus yang digunakan para pelaku yang diduga berasal dari Malaysia tersebut adalah menggunakan bendera Mongolia. Nama kapal juga diubah untuk mengelabui petugas.

Kapolri mengatakan kapal tersebut dicurigai berdasarkan pemantauan intelijen terhadap pergerakan anomali di Selat Malaka sejak Agustus 2026. Menurutnya, aparat sengaja memantau kapal tersebut dalam waktu yang tidak singkat.
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI