BernasIndonesia.com - Wahyu Prasojo bin Suherdi (17) ditemukan tak bernyawa di kebun karet Desa Bulian Baru, Rabu (07/03) pagi, sekira pukul 9.30 WIB. Warga RT 19 Desa Bulian Baru, Kecamatan Bathin XXIV itu diduga gantung diri di pohon karet yang berada tidak jauh dari pemukiman.
Korban pertama kali ditemukan oleh Samini bin Yabu (45) warga RT 19 lainnya saat hendak menyadap karet, tidak jauh dari rumahnya. Menurut pengakuan Samini kepada pihak kepolisian, jasad Wahyu saat ditemukan dalam posisi duduk dengan kaki terlipat dan badan mengarah ke belakang. Sementara di leher korban terlihat bekas ikatan tali.
Setelah melihat jasad tersebut, Samini langsung memanggil warga lain. Jasad Wahyu digotong ke rumah Samini. Bersamaan itu, seorang warga lainnya, Aang Efendi, langsung menghubungi pihak Polsek Bathin XXIV.
Berbekal laporan Warga, anggota Polsek Bathin XXIV langsung terjun ke lokasi. Semua barang bukti berupa tali yang digunakan korban sudah diamankan untuk proses lebih lanjut.
Kapolsek Bathin XXIV, AKP Suwondo, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat korban gantung diri. Sementara terkait apa motif korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, masih dalam proses penyelidikan.
"Kalau dilihat dari kondisi jasad korban, murni gantung diri. Sebab, pada kemaluannya ditemukan bercak sperma. Selain itu tidak ada tanda-tanda kekerasan. Namun, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti yang ditemukan di TKP, " kata AKP Suwondo. (kjcom)

