PPP Bantah Dukungan ke Jokowi Buat Kader Pindah Parpol

| Sabtu, 21 April 2018 | 12.03 WIB

Bagikan:

BernasIndonesia.com - Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PPP Suharso Monoarfa menampik tudingan bahwa dukungan pada Jokowi menyebabkan eksodus besar-besaran di tubuh partainya.

"Itu terlalu spekulatif pernyataan itu, ukurannya apa. Saya kira enggak ada, buktinya saya masih PPP," ucap Suharso di Jakarta.


Suharso Monoarfa menganggap pernyataan sejumlah pihak yang tidak suka pada PPP wajar, karena di tahun politik. Menurut Suharso saat ini semua orang melontarkan manuver-manuver politik.

"Mungkin karena dalam rangka kontestasi, makanya ngomongnya macam-macam. Orang bisa bicara dari hal yang paling kiri sampai paling kanan. Negatif dan positif, demi kepentingannya," jelasnya.

Meski demikian, Politisi senior PPP itu berharap, kontestasi politik lebih mengedepankan hal positif. Suharso Monoarfa mengimbau agar politisi tak saling menjelekkan.

"Jangan setiap kita menghadapi kalender lima tahunan, kita tercekam, terkotak-kotak, terkategori. Kita harus tunjukkan pada dunia bahwa hal itu rutin dan biasa saja," ungkap Suharso.

Selain itu Suharso juga membantah, bahwa PPP masih terpecah, dan menegaskan semua kader PPP dibawah kepemimpinan  yang sah, yakni M. Romahurmuziy atau Gus Rommy.

"PPP yang diakui secara administratif dan menjadi peserta pemilu adalah PPP yang di bawah kepemimpinan Romahurmuziy. Jadi kita harus yang legal. Enggak ada yang mau dengan cara seperti itu ya silahkan. Kan sudah enggak ada konflik itu," tuntas Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PPP, Suharso Monoarfa. (Oky/Ed/ppp)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI