Jokowi Diminta Kerja Keras Untuk Kembalikan Kurs Rupiah Dibawah 13.000 Per Dolar AS

| Rabu, 23 Mei 2018 | 00.09 WIB

Bagikan:

BernasIndonesia.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta mencari solusi yang tepat dan cepat untuk mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah kepada dolar Amerika Serikat (AS). Sebab, nilai tukar rupah sudah menembus level 14.203 per dolar AS pada perdagangan atau melemah 0,33% dari level penutupan perdagangan akhir pekan lalu

"Ditengah semakin sulitnya kehidupan akibat harga-harga kebutuhan pokok melambung, daya beli masyarakat makin menurun, perputaran ekonomi rakyat makin melamban dan omset usaha anjlok, kurs rupiah terus melemah dan saat ini sudah di level Rp. 14.200/USD. Tentunya kondisi ini menambah beban ekonomi rakyat dan kehidupan masyarakat," ujar Ketua Umum DPP APKLI Ali Mahsun dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/5/2018)

APKLI, kata dia, mendesak pemerintahan Jokowi-JK mengambil langkah dan kebijakan untuk segera mengembalikan kurs rupiah dibawah level Rp 13.000/USD. Sebab, hal ini sangat fundamental untuk menjaga stabilitas kehidupan sosial ekonomi Indonesia.

"Jika Jokowi-JK salah lakukan treatmen makin melemahnya kurs rupiah terhadap USD maka resikonya sangat berbahaya. Yaitu kurs rupiah bisa menembus Rp 15.000/USD. Kalau hal tersebut terjadi maka ekonomi Indonesia 'sulit dikendalikan' dan beresiko terjadi krisis ekonomi yang lebih parah dibandingkan krisis ekonomi tahun 1997/1998," katanya..

Menurut dia, Jokowi seharusnya sigap dan segera ambil kebijakan khusus mendongkrak nilai tukar rupiah terhadap USD, serta segera menembalikan rasa aman kepada masyarakat pasca berbagai aksi teror bom akhir-akhir ini. Jokowi juga harus segera meredam semakin masifnya politik pecah belah bangsa berbasis isu agama.

"Karena hal tersebut sangat berbahaya dan bisa mengancam eksistensi NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Karena sesungguhnya soal agama, ras, suku dan etnik Indonesia sudah selesai dan final, ada Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila," pungkasnya.

Selain itu, kendati nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan dan harga kebutuhan pokok terus meroket naik, Ali menghimbau kepada tetap semangat untuk bekerja. Tak boleh berputus asa untuk mencari nafkah keluarga.

"Apapun adanya, selaku Ketua Umum DPP APKLI, saya minta kepada PKL, Petani, Nelayan, Ojek, Sopir, Pekerja Rumah Tangga, Satpam, Abang Becak, Pengrajin, Buruh, Seniman dan pelaku ekonomi rakyat kawulo alit untuk tetap berjualan dan bekerja memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan mensekolahkan anak-anak demi masa depan Indonesia yang lebih baik, lebih sejantera secara berkeadilan. Tetaplah Berjulan dan Bekerja dengan tenang, tidak boleh terprovokasi oleh pihak-pihak yang memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa kita dengan isu agama, suku, ras dan etnik," tutup dia. (HR)

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI