BernasIndonesia.com - Moh. Jumhur Hidayat menjadi salah satu pembicara diskusi publik bertajuk "Perpres No.20/2018 tentang TKA dan Ekspansi TK China" di kantor Sekber Gerindra-PKS, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018).
Dalam kesempatan itu, Jumhur menguraikan panjang lebar soal kelemahan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengeluarkan Perpres untuk mempermudah Tenaga Kerja Asing.
Jumhur juga mengkritik pernyataan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menaker) Hanif Dhakiri terkait Perpres TKA ini. Menurutnya, apa yang disampaikan Menaker Hanif menunjukkan bahwa dia tidak mengerti pokok persoalan.
"Tidak cerdas, termasuk Menaker. Saya kasihan. Menaker ini bicara atas diri sendiri atau Presiden, saya nggak tahu. Kalau berbicara atas nama dirinya sendiri, dia bodoh sekali. Kalau dia berbicara atas nama Presiden, ya dia terpaksa menjadi pengikut sebagai anak buah. Karena apa yang diomongkan itu ngaco sekali," ujar Jumhur.
Selain itu, aktivis buruh yang sudah malang melintang di dunia perburuan ini juga menguraikan beberapa negara yang berhasil tanpa atura dan regulasi perburuan. Dia mencontohkan keberhasilan Jepang dalam merekrut TKA tanpa regulasi. Kendati demikian, Jepang menjadi negara yang perkembangannya cukup pesat.
"Jepang itu negara yang berkembang maju, tumbuh, tapi sampai hari ini belum ada aturan merekrut TKA. Nggak ada," tandas mantan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) ini.

