BernasIndonesia.com - Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) menggelar acara buka bersama sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa di kantor APKLI, Jakarta, Minggu (10/6/201).
Santunan yang disalurkan APKLI kepada anak yatim dan kaum dhuafa ini berupa duit Rp 250 ribu perkepala.
Ketua DPP APKLI, Ali Mahsun mengatakan, pemberian santunan janhan dilihat dari jumlah nominalnya.
"Tapi hari ini kita semua, rakyat yang tidak beruntung secara ekonomi bertekad bulat bersatu bersama-sama membangkitkan Indonesia, mengembalikan kedaulaatan ekonomi, dan mempertahankan merah putih NKRI," ujar Ali.
Ali menambahkan, APKLI mendelegasikan kawulo alit untuk membicarakan capres-cawapres 2019 mendatang. APKLI ingin Indonesia dipimpin oleh sosok presiden yang ksatria dan memiliki waktu 24 jam untuk mengurus rakyat dan negara.
"Sosok Presiden yang tidak pernah menjual Indonesia kepad asing, presiden yang berani mengorbankan semuanya untuk melindungi tumpah darah rakyat dan bangsa," katanya.
Ditanya siapa figur yang demikian, Ali menegaskan bahwa hal tersebut akan dibahas dan diputuskan pada saat APKLI menggelar Rapiminas I.
"Rapimnas pertama antara Juli-Agustus 2018. Yang penting hari ini kita masifkan dan kita perluas konsolidasi," katanya.
Untuk diketahui, acara buka bersama dan pemberian santuan APKLI ini bertama "Konsolidasi Ekonomi Rakyat dan Indonesia Kekinian, Now".
"Penyerahan dompet PKL se Indonesia kepada kawulo alit, anak yatim piatu, tukang bacak, sopir bajaj, PKL asongan, PKL gerobak, PKL sepeda, satpam, pekerja rumah tangga, dan lensia," (HR).