Ketua Komisi B DPRD Intan Jaya Pastikan 3 Korban Ditembak TNI adalah Warga Sipil, Bukan Anggota KKB

| Sabtu, 20 Februari 2021 | 00.18 WIB

Bagikan:

Bernasindonesia.com - Prajurit TNI menembak mati tiga orang yang diduga Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Papua. Peristiwa terjadi di puskesmas Sugapa, pada Senin (15/2/2021) lalu. Tiga korban masing-masing bernama Janius Bagau, Justinus Bagau dan Soni Bagau.


Ketua Komisi B DPRD Intan Jaya Martinus Maisini mengatakan bahwa tiga orang yang menjadi korban penembakan prajurit TNI tersebut bukan anggota KKB atau OPM. 


"Kita mau sampaikan kepada publik bahwa kita di Intan Jaya Marga Bagau itu banyak, marga Sani banyak. Mereka warga sipil biasa, semua bukan musuh. bukan OPM," ucap Martinus, Sabtu (20/1/2021).


Menurut Martinus, Janius Bagau, korban penembakan, merupakan pegawai honerer Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker). Dia setiap hari berkerja memasang lampu sel. Pemasangan lampu sel ini merupakan program pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin, yang dibagikan kepada setiap Kabupaten, termasuk Intan Jaya.


"Sehingga Janius itu aktif memasang lampu jalan, rumah warga. Itu yang memasang Janius Bagau," tandasnya.


Sementara dua korban lainnya, seperti Justinus Bagau dan Soni Bagau, menurut Martinus, juga warga sipil biasa dan tidak pernah berafiliasi dengan KKB atau OPM. Dua korban ini, lanjut Martinus, dalam kesehariannya bersama dengan TNI-Polri di Pusat Kota Intan Jaya dan masyarakat mengenal mereka cukup baik.


"Ini berhadapan rumahnya pos TNI dengan rumah mereka. Sehigga TNI yang menembak mati tidak usah mengklaim bahwa mereka OPM," tandas Martinus.


Martinus melanjutkan, tiga orang korban yang disebut TNI sebagai anggota KKB tersebut sebenarnya bukan rekan atau kolega. Tapi mereka semua saudara kandung, yanng tunggal orang orang.


"Mereka bukan rekan tapi adik di bawah dia (Janius Bagau), satu bapak dan satu mama," tambah Martinus yang juga politisi Partai Amanat Nasional ini.


Martinus kemudian meminta TNI mebeberkan data-data tentang keterlibatan Janius Bagau, Justinus Bagau dan Soni Bagau tehadap KKB atau OPM. Hal ini penting untuk membuktikan tentang siapa sebenarnya ketiga korban penembakan prajurit TNI tersebut.


Martinus juga mengatakan banyak masyarakat yang mengalami trauma akibat penembakan terhadap Janius Bagau, Justinus Bagau dan Soni Bagau.


"Mereka sudah gangguan psikologis karena TNI membunuh di RS terhadap 3 warga sipil ini. Masyarakat tidak akan berobat di RS (Puskesmas) sugapa," katanya.


Tak hanya itu, Martinus juga meminta Komnas Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turun tangan menyelidiki data-data tiga orang korban penembakan prajurit TNI itu. Menko Polhukam dan Kementerian Pertahanan yang mengirim pasukan ke Intan Jaya, tidak lagi menggunakan kekerasan. Pasukan yang kirim ke Intan Jaya juga harus memahami kultur dan budaya masyarakat.


"Kami tekankan kalau memang di duga sebagai OPM yang berkeliaran di pusat kota setidaknya kemanan itu tanggap dan membina hukum. Tidak bisa tembak mati, harus pembinaan, pembinaan yang sesuai hukum. Sebaba kalau terjadi penembakan bukan justru memadamkan api semangat perjuangan mereka mengklaim OPM, bukan justru mematikan semangat mereka tapi justru menambah api," tandasnya.


Diberitakan sebelumnya, tiga orang warga Papua ditembak mati oleh prajurit TNI di Puskesmas Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. TNI menuding mereka berusaha merampas senjata aparat, sehingga tembakan pun dilepaskan, dilansir dari CNNIndonesia


Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kapen Kogabwilhan III) Kolonel CZI IGN Suriastawa menduga ketiganya adalah anggota kelompok bersenjata di wilayah Sugapa.


"Setelah dicocokkan dengan identitas dan beberapa barang bukti lain seperti surat pernyataan perang oleh KKSB, dipastikan ketiganya merupakan anggota dari KKSB," kata Suriastawa kepada wartawan saat dikonfirmasi, Selasa (16/2/2021).


Dia menuturkan, penembakan itu bermula saat pasukan TNI melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan prajurit Satgas Yonif R 400/BR Prada Ginanjar Arianda. Saat itu, tim sedang memeriksa seorang lelaki yang belum diketahui pasti identitas lengkapnya.


Setelah ditelusuri, pria yang diketahui bernama Janius Bagau itu tiba-tiba melarikan diri dan melompat ke jurang. TNI lantas memberikan tembakan peringatan dan seruan agar Janius dapat kembali.


Hanya saja, hal tersebut tak diindahkan sehingga TNI menembak pria tersebut di bagian lengan. Janius berhasil melarikan diri.


Aparat kemudian memperoleh informasi dari warga terkait adanya seorang dengan luka tembak dibawa ke Puskesmas. Setelah dilakukan pengecekan dan dicocokkan dengan KTP yang didapatkan saat pemeriksaan, dipastikan orang tersebut adalah Janius Bagau.


Saat mendapatkan perawatan di Puskesmas Sugapa, Janius didatangi dua orang rekannya. Menurut Suriastawa, ketiganya juga berusaha melarikan diri, menyerang petugas dan berusaha merampas senjata aparat gabungan TNI-Polri yang berjaga di Puskesmas. Suriastawa mengatakan aparat kemudian menembak ketiganya hingga tewas.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI