Bernasindonesia.com - Potensi wisata maritim di Indonesia sangat besar, tetapi menurut Komisaris Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Dr. Ahmad Baidowi, sektor ini belum dimanfaatkan maksimal.
“Kita negara maritim, tapi konsep wisatanya lebih banyak, lebih heavy di darat. Padahal yang lebih bisa dimaksimalkan potensinya itu adalah potensi wisata maritim. Itu sangat banyak sekali dan hampir tidak ditemukan di negara-negara lain,” kata Baidowi.
ASDP tengah mengembangkan kawasan Bakauheni Harbor City (BHC) sebagai salah satu contoh konkret komitmen terhadap wisata maritim.
“Di situ ada komplek tempat panggungnya pelaku-pelaku usaha kreatif, ada masjidnya, ada tempat-tempat UMKM, ada tempat pertunjukannya. Supaya apa? Supaya kegiatan kita peduli yang namanya wisata maritim,” jelasnya.
Ia menyebut, Indonesia memiliki keunggulan geografis yang unik karena wisata laut dan sungai dapat berlangsung sepanjang tahun, tidak seperti negara-negara beriklim dingin.
“Kalau di Indonesia mau wisata sungai, laut, pesisir—sepanjang tahun ada, Pak. Tetapi kalau Anda ke Eropa, misalkan wisata sungai aja di Swiss itu tidak sepanjang tahun, karena kalau waktu winter sungainya membeku,” tegas Baidowi.
ASDP, lanjutnya, akan terus membantu pemerintah mempopulerkan wisata maritim di samping tugas utama sebagai penghubung daerah-daerah terisolasi.
“Kami di ASDP berkomitmen untuk membantu program pemerintah memasyarakatkan, mempopulerkan, menyukseskan yang namanya wisata-wisata maritim, di samping tugas kami menyambungkan daerah-daerah yang selama ini terisolir,” pungkasnya.