Bernasindonesia.com - Anggota Komisi XII DPR RI, Jalal Abdul Nasir, menyoroti persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan dirasakan masyarakat. Hal ini ia sampaikan dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (23/09).
Ia menilai masalah tersebut seharusnya bisa segera diatasi melalui koordinasi antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pertamina, dan pihak swasta.
“Ini masalah yang sebenarnya mudah terlihat. Tinggal Menteri ESDM memanggil pihak swasta dan Pertamina, lalu mencari solusinya. Jangan sampai kelangkaan ini berlarut dan membebani masyarakat,” ujar Jalal dalam keterangannya, Selasa (23/9).
Menurutnya, ada kecenderungan sebagian masyarakat beralih ke SPBU swasta. Namun jika suplai BBM tidak memadai, hal itu justru menambah persoalan. “Kalau BBNya tidak ada, masyarakat tetap yang dirugikan. Jangan sampai semua masalah seakan-akan dikaitkan dengan Presiden. Padahal penyelesaiannya bisa lebih teknis,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jalal menyebut Komisi XII DPR RI tengah membahas opsi untuk segera memanggil Menteri ESDM, Pertamina, dan pengelola SPBU swasta guna mencari solusi konkret.
“Kami dorong segera ada pertemuan agar masalah ini cepat selesai,” tegasnya.

