Bernasindonesia.com - “Ternyata tidak hanya berani gebrak meja kampanye”. “Di PBB pun berani gebrak meja”.
Itu komentar netizen Indonesia. Ketika mengometari “komentar Presiden AS Trump” terhadap Pidato Presiden Prabowo. Pada Sidang Umum Majelis Umum PBB 23/9/2025.
_*"Anda juga, sahabatku. Pidato yang hebat. Anda melakukan pekerjaan luar biasa dengan mengetukkan tangan di meja itu. Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa. Terima kasih banyak.”*_
Komentar Trump disampaikan pada forum multilateral. Usai Presiden Prabowo menyampaikan pidato pada Sidang Umum Majelis Umum PBB.
Sejauh ini ada tiga keberhasilan Presiden Prabowo dalam diplomasi internasional. _*Pertama*_, berhasil menggiring publik internasional untuk concern penyelesaian Palestina. _*Kedua,*_ berhasil menempatkan Indonesia dalam pusaran lobi geopolitik tingkat tinggi. _*Ketiga*_, berhasil menjadi komunikator dunia Islam dengan barat.
Untuk keberhasilan *pertama*: menggiring publik internasional. Kita telusuri jejak pada berbagai forum: bilateral, regional, multilateral.
Tanggal 1/6/2024 – *Shangri-La Dialogue* (Singapura). Sebelum dilantik sebagai presiden. Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Gaza bila diminta PBB. Solusi dua negara sebagai jalan keluar damai. Menawarkan bantuan kemanusiaan & evakuasi medis untuk Gaza. Tanggal 20/10/2024 – *Pelantikan Presiden RI*. Pada pidato inaugurasi, menegaskan Indonesia tetap mendukung kemerdekaan Palestina dan solidaritas pada bangsa tertindas.
Tanggal 18/11/ 2024 – *KTT G20* (Rio de Janeiro, Brasil). Mendesak gencatan senjata di Ukraina dan Gaza. Menyatakan perdamaian & stabilitas syarat penting mengatasi tantangan global. Tanggal 19 Desember 2024 – *KTT D-8 ke-11* (Kairo, Mesir). Menyerukan persatuan negara-negara D-8 mendukung Palestina & Lebanon. Menekankan perlunya langkah konkret. Pada saat menyampaikan pandangannya, kursi duduknya disenggol Erdogan.
Tanggal 11/4/2025 – *Pertemuan Bilateral dengan Presiden Erdogan (Turki).* Sepakat memperkuat dukungan terhadap Palestina. Membahas rekonstruksi Gaza dan inisiatif evakuasi kemanusiaan. Tanggal 28/5/2025 – *Pertemuan dengan Presiden Macron (Prancis).* Menegaskan dukungan Indonesia pada solusi dua negara. Menyampaikan kesiapan Indonesia untuk misi penjaga perdamaian.
Tanggal 14/5/ 2025 – *PUIC (Parliamentary Union of the OIC Member States).* Prabowo menegaskan komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina. Menyerukan aksi nyata komunitas internasional. Pada tanggal 6 Juni 2025 – *St. Petersburg International Economic Forum (Rusia)*. Presiden Prabowo menekankan prinsip non-blok Indonesia. Mengajak dunia menyelesaikan konflik secara damai dan menghormati kedaulatan semua negara.
Tanggal 22/9/ 2025 – *Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Soal Palestina di PBB (New York).* Menyerukan pengakuan negara Palestina sebagai “sisi sejarah yang benar”. Mengecam kekerasan di Gaza. Meminta perang dihentikan. Tanggal 23/9/2025 – *Pidato pada Sidang Umum PBB (UNGA ke-80).* Menegaskan dukungan solusi dua negara. Menyatakan kesiapan Indonesia mengirim 20.000 pasukan penjaga perdamaian jika mandat PBB ada. Menyerukan respons segera atas krisis kemanusiaan di Gaza. Mengajak PBB dan komunitas internasional mengambil langkah nyata demi perdamaian.
Tanggal 23–24/9/2025 – *Pertemuan Multilateral Soal Timur Tengah*. Pidatonya mendapat pujian dari Presiden Trump. Sebagaimana dibahas di awal tulisan.
Data itu menunjukkan langkah diplomasi panjang Presiden Prabowo. Konsisten. Menyuarakan penyelesaia Palestina pada berbagai forum dan pertemuan tingkat tinggi.
Tentu ada kontribusi dalam membangun _*concern*_ negara-negara besar dan publik internasioal untuk penyelesaian Gaza. Banyak negara besar kemudian mengakui kemerdekaan Palestina. Tercermin sikap negara-negara besar itu pada KTT 22 September di PBB.
Indonesia telah menempatkan dirinya sebagai aktor proaktif. Bukan hanya observator pasif.
Keberhasilan *kedua*: menempatkan Indonesia pada pusaran lobi geopolitik tingkat tinggi. Bukan lagi peran pinggiran. Tercermin dari penyuara utama penyelesaian konflik Palestina pada forum Sidang Umum Majelis Umum PBB 23/9/2025.
Presiden Prabowo menjadi pembicara ketiga. Resonansinya luas. Nyaris tidak ada kepala negara yang resonasi dalam menyuarakan penyelesaian Palestina lebih bergaung dibanding Presiden Prabowo.
Pidato Presiden Prabowo itu menegaskan peran Indonesia relevan dalam struktur lobi geopolitik dan pengambilan keputusan multilateral. Indonesia tidak bisa dilewatkan dalam diskusi penyelesaian konflik global. Membuka ruang bagi Indonesia untuk ikut menentukan arah kebijakan global, khususnya di Timur Tengah.
*Ketiga*, berhasil menjadi komunikator dunia Islam dengan barat. Indonesia mampu berkomunikasi baik dengan Trump (AS), Macron (Prancis), Rusia, Cina. Berkomunikasi baik pula Dengan Dunia Islam: Turki, Arab Saudi, Yordania, dan lainnya. Posisi ini menegaskan peran strategis Indonesia sebagai mediator atau fasilitator dialog internasional. Membuat Indonesia sulit diabaikan dalam percaturan global.
Capaian positif itu harus didukung semua pihak. Termasuk dalam memetik kemanfaatan positif capaian diplomasi itu untuk kemajuan dalam negeri.
Keberhasilan diplomasi harus terintegrasi dengan pembangunan dalam negeri. Penempatan Indonesia sebagai jembatan komunikasi global membuka peluang diplomasi ekonomi dan penguatan industri domestik. Termasuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal bagi muslim dunia.
Oleh: Abdul Rohman Sukardi

