Bernasindonesia.com - Gerakan Mahasiswa Kosgoro (GMK) menyatakan dukungannya terhadap rencana Aksi Reformasi Jilid Dua sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa yang dinilai semakin memprihatinkan. Dukungan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum DPN Gema Kosgoro, Agus Syafrudin, yang menyoroti berbagai persoalan nasional mulai dari korupsi, penegakan hak asasi manusia, hingga kondisi perekonomian yang dinilai semakin membebani rakyat.
Menurut Agus Syafrudin, kegelisahan rakyat saat ini semakin besar akibat maraknya praktik korupsi yang terjadi di lingkungan pemerintahan. Ia menilai, belum genap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan, sejumlah pejabat negara yang menjadi bagian dari kabinet dan lembaga strategis telah tersangkut kasus korupsi.
“Rakyat tentu bertanya-tanya. Belum genap dua tahun kabinet bekerja, sudah ada sejumlah pejabat yang tersangkut persoalan korupsi. Ini menjadi alarm serius bagi pemerintahan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan tata kelola pemerintahan,” ujar Agus Syafrudin.
Selain persoalan korupsi, Agus juga menyoroti kondisi penegakan hak asasi manusia yang menurutnya mengalami kemunduran. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis HAM Andrie Yunus yang diduga melibatkan oknum aparat.
“Peristiwa yang menimpa aktivis HAM Andrie Yunus harus diusut tuntas secara transparan. Negara tidak boleh kalah oleh praktik-praktik kekerasan yang mengancam kebebasan berpendapat dan perjuangan hak asasi manusia,” tegasnya.
Di bidang ekonomi, Agus menilai kondisi masyarakat semakin tertekan akibat berbagai indikator ekonomi yang menunjukkan pelemahan. Menurutnya, anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi sinyal bahwa pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah strategis untuk memulihkan kepercayaan pasar dan melindungi daya beli masyarakat.
“Ketika rakyat menghadapi tekanan ekonomi, pemerintah harus hadir dengan solusi nyata. Kondisi ekonomi yang tidak stabil akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Agus juga mengkritisi sejumlah manuver politik dan komunikasi pejabat pemerintah yang dinilainya kurang mencerminkan keterbukaan terhadap kritik dan aspirasi publik. Menurutnya, demokrasi yang sehat membutuhkan ruang dialog yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami mengingatkan bahwa kritik bukanlah ancaman bagi pemerintah. Kritik adalah vitamin demokrasi yang harus diterima sebagai masukan untuk memperbaiki kebijakan dan pelayanan kepada rakyat,” ujarnya.
Karena itu, Gerakan Mahasiswa Kosgoro dan Gema Kosgoro meminta Presiden Prabowo Subianto untuk lebih membuka mata, telinga, dan hati dalam merespons aspirasi rakyat serta melakukan langkah-langkah perbaikan yang nyata terhadap berbagai persoalan bangsa.
“Kami berharap pemerintah segera melakukan evaluasi dan pembenahan secara serius. Namun apabila tidak ada perbaikan yang signifikan terhadap persoalan korupsi, penegakan HAM, dan kondisi ekonomi nasional, maka Gerakan Mahasiswa Kosgoro mendukung Aksi Reformasi Jilid Dua sebagai bentuk perjuangan konstitusional dalam menyuarakan aspirasi rakyat,” pungkas Agus Syafrudin.

