Zaky Hilmi: Zakat Hijau Jadi Solusi Lingkungan dan Pemberdayaan Warga

| Jumat, 05 Juni 2026 | 05.06 WIB

Bagikan:

 

Bernasindonesia.com - Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Zaky Hilmi, menegaskan pentingnya pengembangan konsep zakat hijau sebagai instrumen yang tidak hanya berfungsi untuk pengentasan kemiskinan, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Zaky saat melakukan kunjungan ke Bank Sampah Kumpul Villa Mutiara Bogor, Rabu (3/6/2026). Menurutnya, tantangan lingkungan dan perubahan iklim global menuntut hadirnya pendekatan baru dalam pengelolaan zakat agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.

“Zakat tidak hanya berbicara soal bantuan sosial, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat,” ujar Zaky.

Ia menjelaskan, konsep zakat hijau mengintegrasikan nilai-nilai filantropi Islam dengan prinsip ekonomi hijau. Melalui pendekatan tersebut, zakat diarahkan untuk mendukung program-program yang berdampak pada keberlanjutan lingkungan, seperti pengelolaan sampah, pengurangan limbah plastik, hingga pengembangan pertanian ramah lingkungan.

Menurut Zaky, pendekatan ini menjadi upaya untuk menciptakan keseimbangan antara kesalehan sosial dan kesalehan ekologis. Di satu sisi zakat membantu mustahik atau penerima manfaat meningkatkan kesejahteraan, sementara di sisi lain turut menjaga kelestarian bumi untuk generasi mendatang.

Kunjungan ke Bank Sampah Kumpul Villa Mutiara Bogor menjadi salah satu contoh implementasi konsep tersebut. Berbagai bantuan yang diberikan BAZNAS Jawa Barat, seperti alat press plastik, komposter, dan alat pencacah daun, dinilai mampu mendorong pengelolaan sampah yang lebih produktif sekaligus bernilai ekonomi.

Program tersebut juga memberikan manfaat langsung kepada warga melalui pengolahan sampah organik menjadi kompos serta pemanfaatan limbah menjadi media tanam yang mendukung ketahanan pangan keluarga.

Zaky berharap konsep zakat hijau dapat terus diperluas di berbagai daerah sebagai bagian dari kontribusi nyata zakat dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara bersamaan.

“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. Inilah semangat zakat yang relevan dengan kebutuhan zaman,” pungkasnya.
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI