PSSI Siap Gelar Piala Presiden Elite 2026: Ajang Pembuktian Klub Legenda Indonesia di Kancah Asia Tenggara

| Rabu, 08 Juli 2026 | 00.51 WIB

Bagikan:

 

Bernasindonesia.com - PSSI secara resmi mengumumkan penyelenggaraan turnamen pramusim bergengsi, Piala Presiden Elite 2026. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam konferensi pers yang berlangsung di SCTV Tower, Jakarta, pada Senin (6/7). Turnamen edisi kedelapan ini menjanjikan peningkatan kualitas yang signifikan, baik dari segi hadiah, kepesertaan klub-klub legenda, maupun level kompetisi yang melibatkan wakil-wakil kuat dari Asia Tenggara.

Piala Presiden Elite 2026 akan diselenggarakan pada 25 Juli hingga 6 Agustus 2026 di dua kota, yakni Bandung (Stadion Si Jalak Harupat) dan Surabaya (Stadion Gelora Bung Tomo). Grup A yang akan berlangsung di Bandung dihuni oleh Persib Bandung, Arema FC, DPMM FC dari Brunei Darussalam, dan Tampines Rovers dari Singapura.

Untuk Grup B yang akan digelar di Surabaya akan mempertemukan Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, dan juara bertahan Port FC asal Thailand.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa turnamen ini merupakan panggung pembuktian bagi klub-klub legendaris Indonesia untuk mengukur kekuatan mereka melawan tim-tim papan atas ASEAN.

“Ya, memang ini Piala Presiden yang kedelapan, dan kita juga ingin memastikan klub-klub yang hadir, terutama yang dari Indonesia, adalah klub-klub yang selama ini sudah membangun sejarah sepak bola Indonesia," ujar Erick Thohir.

"Karena itu, kami mengundang Persib, Persija, PSMS, Persebaya, dan tentu Arema. Artinya, saya menantang klub-klub legenda ini untuk bersaing dengan juara bertahan, Port FC, yang selalu menjadi momok sepak bola Indonesia."

Komitmen untuk meningkatkan kualitas turnamen juga diwujudkan melalui kenaikan nominal hadiah utama. Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, mengumumkan bahwa hadiah bagi tim juara mengalami peningkatan menjadi Rp6 miliar, menjadikannya hadiah terbesar sepanjang sejarah turnamen.

"Hadiahnya saya naikkan. Juara pertama tahun lalu mendapat Rp5,5 miliar. Tahun ini hadiah juara satu menjadi Rp6 miliar," kata Maruarar Sirait. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui transparansi finansial, di mana turnamen ini kembali menggandeng firma audit internasional, PwC.

Maruarar juga menekankan bahwa Piala Presiden 2026 harus memberikan dampak yang lebih luas di luar lapangan pertandingan. Menurutnya, keberadaan UMKM dan pengelolaan lingkungan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan turnamen.

“UMKM juga harus berdampak. Pengelolaan sampah juga harus lebih baik lagi. Piala Presiden yang kedelapan, nomor Pak Prabowo juga nomor delapan. Kita harus bekerja keras semua," imbuhnya.

Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, memaparkan alasan strategis di balik pemilihan peserta yang hanya mengundang tim dari Asia Tenggara yakni DPMM FC (Brunei Darussalam), Tampines Rovers (Singapura), dan Port FC (Thailand).

"Kelasnya bahwa kita akan mengadu klub-klub lokal kita ini dengan klub-klub di Asia Tenggara. Kita ingin melihat apakah klub-klub lokal ini mampu bertanding dengan klub-klub yang ada di Asia Tenggara," jelas Tsamara Amany.

“Untuk klub-klub Asia Tenggara sendiri, kami ingin meningkatkan kelas kompetisinya."

Komitmen Indosiar sebagai rumah sepak bola Indonesia semakin kokoh tiap tahunnya dengan terus menghadirkan berbagai pertandingan dan kompetisi bergengsi bagi pemirsa dan penggemar sepak bola Indonesia. Mulai dari Super League dan Championship, laga-laga persahabatan Timnas Indonesia hingga gelaran AFF yang hadir tiada henti sepanjang tahun. Tahun ini Indosiar kembali dipercaya menjadi official broadcaster turnamen pramusim paling bergengsi, "Piala Presiden 2026". Delapan klub sepakbola terbaik Indonesia dan Asia Tenggara yang bertarung memperebutkan supremasi pramusim akan tersaji secara live mulai 25 Juli hingga 6 Agustus 2026, hanya di Indosiar serta layanan OTT Vidio dan TV satelit berlangganan NEX.

“Selama tujuh musim penayangannya di Emtek Media, Piala Presiden selalu mencatatkan capaian kepemirsaan televisi yang tinggi, seiring dengan antusiasme luar biasa dari para suporter yang hadir langsung di stadion. Kami optimis penyelenggaraan tahun ini akan mampu mencatatkan performa lebih baik, terlebih total 16 pertandingan akan berlangsung pada slot early prime time dan central prime time,” jelas Harsiwi Achmad.

Sementara itu, kiper Persebaya Surabaya, Ernando Ari Sutaryadi, menyambut positif Piala Presiden 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi musim depan. Ia menilai turnamen ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pengalaman bermain.

"Saya senang sekali dengan adanya Piala Presiden ini karena seperti yang disampaikan Pak Erick, ini adalah bagian dari persiapan menuju kompetisi. Tim luar juga mungkin ingin mempersiapkan diri," imbuh Ernando.

“Untuk saya pribadi, setelah ini mungkin dengan Piala Presiden bisa menambah jam terbang di klub dan menjadi persiapan. Siapa tahu pelatih tim nasional menonton pertandingan sehingga bisa menjadi opsi bagi para pelatih untuk melihat performa kami di klub," pungkas Ernando.

Piala Presiden Elite 2026 tidak hanya menjadi ajang pemanasan sebelum kompetisi resmi bergulir, tetapi juga merupakan langkah konkret PSSI dalam meningkatkan jam terbang dan daya saing klub-klub Indonesia di level internasional. Laga pembuka akan mempertemukan Persib Bandung melawan Arema FC pada 25 Juli 2026 pukul 19.30 WIB di Bandung.
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI