Soal Geng Solo, Pernyataan IPW Dinilai Cenderung Mengadu Domba

| Selasa, 24 Desember 2019 | 16.56 WIB

Bagikan:
Bernasindonesia.com - Ketua Himpunan Mahasiswa Muslim Jabodetabek-Banten, Akhmad Hidayat, tidak sepakat dengan penilaian Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane yang menyebutkan Presiden Jokowi menonjolkan "geng Solo" di tubuh Polri.

Menurut Hidayat, apa yang disampaikan Neta tersebut tidak benar. Tuduhan Neta tersebut, kata dia, merupakan tuduhan tidak berdasar dan cenderung mengadu domba di intitusi Polri.

"Kami meyakini Pasti ada sebuah pertimbangan, kalkulasi yang tidak main main dalam menempatkan posisi di Tubuh Polri serta menunjukkan bahwa yang bersangkutan memiliki kemapuan dalam melakasanakan tugas” Ujar Daday sapaan akrab Akhmad Hidayat, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/12/2019).

Menurut Daday, kenaikan pangkat anggota Polri pasti penuh pertimbangan dan penilian. Begitu juga dengan penempatan anggota di insitutsi Bayangkara tersebut.

"Selain kapasitas dan loyalitas, seseorang diangkat dalam jabatan pucuk pimpinan juga harus memiliki integritas. Sangat naif sebuah jabatan yang startegis dipertaruhkan dengan cara-cara yang tidak melihat track record di lapangan, itu tidak mungkin," tandas dia.

Disebutkan Daday, jika Istana berorientasi Solo minded atau memprioritaskan geng Solo dalam struktur pemerintah, seharusnya Fransiskus Xaverius (FX) Hadi Rudyatmo ditunjuk menjadi Menteri karena dia pernah menjadi pendamping Jokowi saat menjabat Walikota Solo. Tapi fakta menunjukkan bahwa FX Rudyatmo tidak menjadi menteri dan dia kini masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.

"Artinya pak Jokowi tidak berfikir ke arah situ. Sebagai anak bangsa, kita harus berhusnuzon dengan ditempatkanya putra terbaik Polri, entah itu pernah menjabat di Solo atau dimanapun, selama masih memiliki integritas , kapasitas dan loyalitas serta mampu bertanggung jawab atas apa yang di amanahi menurut kami sah-sah saja," katanya.

Menurut Daday, yang perlu dikritisi dalam pengangkatan jabatan anggota Polri bukan mempersoalkan dari daerah mana anggota Polri tersebut pernah bertugas

"Tetapi bagaimana pejabat Polri tersebut bisa mengimplementasikan nilai-nilai Rastra Sewakotama dan berkolobarasi dengan masyarakat agar tercipatanya Indonesia maju melalui kamtibmas yang di cita citakan pemerintah," tandas dia.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Presidium IPW Neta S. Pene mengatakan Jokowi hendak menonjolkan "geng Solo" di institusi Polri. Dia menyebut beberapa mana, seperti Irjen Pol Nana Sudjana yang menjabat Kapolda Metro Jaya dan Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang kini menjabat Kabareskrim. (BSI)

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI