Gema Kosgoro Minta KPK Kedepankan Praduga Tak Bersalah Terhadap Azis Syamsuddin

| Senin, 26 April 2021 | 00.04 WIB

Bagikan:


Bernasindonesia.com - Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Mahasiswa (Gema) Kosgoro meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bersikap politis. Dian meminta KPK mengedepankan praduga tak bersalah terhadap Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dalam kasus dugaan suap penyidik KPK Stefanus Robin Pettuju dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.


Sekretaris Jenderal Gema Kosgoro Dian Assafri menilai Azis Syamsuddin bisa saja tidak mengetahui maksud dari pertemuan penyidik Stefanus Robin Pettuju dan M Syahrial. Sebab, Azis Syamsuddin merupakan pimpinan DPR berhak menemui dan menerima aspirasi dari siapapun. 

“Pak Azis Syamsuddin adalah wakil ketua DPR RI, beliau berkewajiban  mendengarkan dan menerima aspirasi darimana saja. Tidak serta merta ketika yang menemui beliau menjadi penjahat terus beliau juga dibilang terlibat dalam aksi kejahatan,” ujar Dian dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/4/2021).

Dian mengimbau KPK tidak bertindak gegabah dan terjebak dalam permainan politik dalam kasus tersebut. Sebagai lembaga penegak hukum, Dian mendorong KPK mengedepankan praduga tak bersalah dan tidak menjadi alat politik pihak-pihak tertentu.

“Apalagi Pak Azis Syamsuddin ini kan politisi, pasti ada orang-orang tertentu yang tidak suka dengan beliau, bisa jadi ini bagian dari permainan politik. Makanya saya himbau KPK hati-hati, jangan sampai dijadikan alat politik,” katanya.

Dian mempertanyakan motivasi Ketua KPK yang menyebut Azis Syamsuddin sebagai fasilitator dalam pertemuan penyidik KPK Stefanus Robin Pettuju dan M Syahrial. Menurut Dian, Ketua KPK mestinya mempublikasikan nama Azis Syamsuddin jika sudah memiliki bukti cukup. 

“Sebagai ketua KPk dia harus bekerja sampai alat bukti cukup baru bisa dipublis,” tandasnya.

Dian kemudian mendorong Dewan Pengawas KPK memeriksa Firli karena pernyatan Firli yang menyebut nama Azis Syamsuddin yang dalam pro Justitia berjalan bukan sebagai saksi atau tersangka didalamnya. Dan pernyataan Firli tersebut merugikan Azis Syamsuddin secara moral.

“Kerugian moral engak hanya diderita oleh orang yg disebut namanya, tetapi juga lembaga negara yang dipimpinnya dan partainya,” katanya.

Selain itu, Dian juga meminta KPK lebih fokus mengungkap kasus-kasus besar yang sudah terang benderang. Misalnya, tambah Dian, lembaga antirasuah yang dimpimpin Firly Bahuri itu mengungkap kasus BLBI, Hambalang, Lobster, dan kasus Bansos. Kasus-kasus yang diduga melibatkan sejumlah pihak itu jelas merugikan keuangan negara. 

“Banyak kerugian negara dari kasus-kasus itu. Saya sarankan KPK fokus mengungkap kasus itu secara transparan,” tukasnya. (BSI)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI