Jadi Kunci Keberhasilan Transformasi, Kominfo Siapkan Pemimpin Digital Indonesia

| Jumat, 08 Juli 2022 | 08.44 WIB

Bagikan:

Bernasindonesia.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika berkomitmen mencetak pemimpin digital melalui program Digital Leadership Academy (DLA). Menurut Menkominfo Johnny G. Plate, program DLA merupakan pola pelatihan kepemimpinan dengan fokus penerapan transformasi digital dalam organisasi. 


“Kemampuan kepemimpinan ini bertujuan untuk memastikan supaya transformasi digital dapat berjalan di tiap-tiap lini organisasi, baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Di Indonesia, digital leadership menjadi kunci keberhasilan transformasi digital nasional,” ujarnya dalam Pembukaan Program Pelatihan Digital Leadership Academy 2022, secara virtual dari Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Kamis (07/07/2022).

Menkominfo menyatakan pemimpin sektor publik maupun privat perlu memiliki kemampuan decision-making yang cepat, tepat, dan responsif atas kemajuan teknologi digital. Kemampuan itu menjadi penentu transformasi digital yang berkelanjutan melalui empat pilar infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital.

“Kesiapan ini diperlukan mengingat di tahun 2030 Indonesia memiliki potensi nilai ekonomi digital sebesar lebih dari 4.500 triliun, menempatkan Indonesia pada peringkat pertama di Asia Tenggara. Oleh karenanya, penting untuk mempersiapkan pemimpin di Indonesia untuk mendorong transformasi digital yang berkelanjutan,” jelasnya.

Menteri Johnny menyatakan implementasi transformasi digital di Indonesia telah menunjukkan tren yang positif. Menurutnya, pertumbuhan itu dapat dilihat dari berbagai sektor yang telah menerapkan digital leadership dalam pengelolaan organisasi.

“Di sektor pemerintahan, digital leadership diimplementasikan melalui penggunaan teknologi digital untuk pelayanan publik hingga pemanfaatan media sosial dan big data sebagai basis formulasi kebijakan publik,” tandasnya.

Bahkan dalam tata kelola pemerintahan dan kebijakan publik berbagai lembaga pemerintahan, BUMN, hingga pemerintah daerah sudah banyak yang memanfaatkan big data serta teknologi digital. Menkominfo menyatakan implementasi digital leadership pada sektor ekonomi digital juga dapat dilihat dari berkembangnya ribuan startup di Indonesia.

“Saat ini saja, sudah terdapat sekitar 2.380 startup digital di Indonesia, tanpa kehadiran para digital leaders tentunya kita tidak akan memiliki 11 unicorn dan satu decacorn yang diproyeksikan akan terus bertumbuh dan berkembang dan bertambah. Ini menunjukkan bahwa digital leadership adalah kunci dari suksesnya transformasi digital di Indonesia,” jelasnya.

Mengutip pemikiran Founder and Executive Chairman World Economic Forum Profesor Klaus Schwab, Menteri Johnny menyatakan One of the features of the fourth Industrial Revolution is that it doesn’t change what we are doing, but it changes us. 

“Melalui tulisannya dalam buku The Fourth Industrial Revolution, Prof Schwab menekankan bahwa pergeseran dan disrupsi di dunia industri pada era digital saat ini merupakan peluang dan tantangan yang belum pernah dialami manusia sebelumnya,” ujarnya.

Pemikiran Prof Schwab itu menunjukkan respons terhadap transformasi digital membutuhkan sinergi yang melibatkan berbagai stakeholders baik sektor publik, sektor privat maupun para akademisi hingga masyarakat secara umum.

“Inilah yang menjadi fokus World Economic Forum, organisasi yang memiliki misi untuk menyatukan berbagai pemimpin dunia dari berbagai sektor untuk bersama-sama menyusun agenda industri regional dan global,” tegas Menkominfo. 

Menteri Johnny menjelaskan, dari pemikiran Prof Schwab bersama dengan WEF, tedapat misi yang berfokus pada penguatan sektor ekonomi digital sebagai alat navigasi disrupsi digital pada model bisnis. 

“Prof Schwab menggandeng para pemimpin dunia untuk beradaptasi dengan ekosistem digital melalui perspektif  kepemimpinan digital atau digital leadership,” tandasnya. 

Menkominfo menyatakan dalam akhir tulisan dalam buku The Fourth Industrial Revolution, Prof Schwab mengajak para pemimpin dan masyarakat dunia untuk bersama-sama menciptakan masa depan yang bermanfaat bagi semua orang.

“Dengan mengutamakan manusia dan memberdayakan mereka. We have to constantly remind yourself that all of this new technologies are first and foremost tools made by people for people,” kutipnya.

Pembukaan Program Pelatihan Digital Leadership Academy 2022 yang berlangsung secara virtual, juga dihadiri Anggota Komisi I DPR RI Sukamta, Kepala Balitbang SDM Kementerian Kominfo Hary Budiarto, peserta pelatihan, serta perwakilan mitra kerja perguruan tinggi global.


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI